Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Begini Respon Amerika

(Istimewa)
Selat Hormuz
0 Komentar

RADARGARUT– Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Jalur strategis yang menjadi arteri utama pasokan minyak dunia ini disebut ditutup bagi kapal-kapal yang melintas. Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat langsung membantah klaim tersebut.

Washington menegaskan bahwa lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz tetap berjalan normal dan tidak ada bukti penutupan yang dilakukan Iran.

Baca Juga:BGN Janjikan Efesiensi Anggaran MBG 70 Triliun Usai Mahasiswa Lakukan DemoMahasiswa Ancam Gelombang Demo yang Lebih Besar: Beri Pemerintah Tenggat Waktu Tiga Bulan

Pengumuman Iran ini muncul hanya beberapa hari setelah tercapainya kesepakatan sementara antara Teheran dan Washington untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Pernyataan penutupan Selat Hormuz disampaikan oleh komando militer gabungan Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Latar Belakang Pengumuman

Menurut pihak militer Iran, keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap operasi militer Israel yang masih berlangsung di Lebanon, serta dugaan pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat terhadap kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.

Media pemerintah Iran juga menyebut langkah lebih lanjut telah disiapkan jika “tindakan agresi” terus berlanjut.

Sementara itu, situasi di Lebanon semakin memanas. Serangan udara Israel di Lebanon selatan dilaporkan menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk dua anak-anak, dengan beberapa warga masih terjebak di bawah reruntuhan.

Respons Amerika Serikat

Militer AS menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menyatakan bahwa Iran tidak memiliki kendali penuh atas jalur perairan tersebut.

Dampak Potensial

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia. Penutupan jalur ini berpotensi memicu kenaikan harga minyak global dan mengganggu stabilitas ekonomi dunia.

Baca Juga:Masyarakat Sepanjang Pulau Jawa Keluhkan Kerugian Akibat Pemadaman ListrikDasco dan Komisi III DPR Terima Aspirasi Mahasiswa Trisakti, HMI, dan UMB, Bahas Ekonomi hingga BBM Subsidi

Situasi ini masih terus berkembang. Delegasi Iran dikabarkan sedang bersiap menghadiri pembicaraan teknis dengan pejabat AS di Swiss.(*)

0 Komentar