Usai melaksanakan bakti religi, kegiatan berlanjut ke Kampung Gadog, Desa Sirnajaya, Kecamatan Pasirwangi. Jika pagi itu fokus kegiatan berada pada ruang spiritual masyarakat, maka siang harinya perhatian diarahkan pada sektor ekonomi kerakyatan.
Di kawasan tersebut terdapat lahan yang sebelumnya kurang produktif, namun kini dimanfaatkan untuk budidaya cabai. Tidak jauh dari lokasi itu, berkembang pula usaha peternakan maggot yang menjadi bagian dari program pembinaan Polsek Pasirwangi.
Di tengah hamparan tanaman cabai yang tumbuh hijau dan aktivitas peternak yang mengelola budidaya maggot, Kapolsek bersama anggota kembali menunjukkan wajah lain dari pelayanan kepolisian. Mereka hadir bukan sebagai penegak hukum semata, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi.
Baca Juga:Penjual Tahu Bulat di Jayaraga Garut Ternyata Jualan Narkoba, Jenisnya Tembakau SintetisPemkab Garut Gandeng OJK dan Persis Perluas Literasi Keuangan Syariah hingga Tingkat Desa
Kegiatan tersebut turut melibatkan Pemerintah Desa Sirnajaya, para petani, serta peternak yang selama ini mendapatkan pendampingan dan dukungan dari kepolisian.
Bagi masyarakat pedesaan, pertanian dan peternakan bukan sekadar mata pencaharian, melainkan fondasi kehidupan. Karena itu, keberhasilan sektor ini memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan ketahanan sosial masyarakat.
Aji menjelaskan bahwa program pembinaan kepada petani dan peternak merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas pemeliharaan keamanan, tetapi juga mendukung program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor pertanian dan peternakan,” jelas Aji.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat agar potensi yang ada dapat berkembang secara maksimal.
Disebutkan Aji, apa yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari transformasi peran kepolisian yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Bisa dikatakan, jika dahulu polisi lebih banyak dikenal melalui fungsi penegakan hukum, maka kini peran tersebut berkembang menjadi penggerak kolaborasi sosial di tingkat akar rumput,” sebutnya.
Baca Juga:Kabur ke Kalimantan, Buronan Kasus Pengeroyokan Akhirnya DitangkapTahan Imbang Persepam, Persigar Ukir Sejarah Lolos ke 16 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026
Melalui kegiatan bakti religi, menurut Aji, Polri hadir menjaga nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial. Sementara melalui pendampingan petani dan peternak, Polri berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.
