GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menerima bantuan pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) dan dua unit toilet di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, dari Yayasan Bakti Barito.
Pembangunan tersebut menggunakan bata berbahan dasar hasil daur ulang sampah residu yang selama ini menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menilai inovasi tersebut menjadi salah satu langkah positif dalam upaya mengurangi sampah plastik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:Yayasan Bakti Barito Sulap 15 Ton Sampah Jadi Ruang Kelas Baru di SDN 3 SukaneglaPLTGU Jawa Satu Pastikan Operasional Andal, Dua Unit Kini Beroperasi Normal
“Ini menurut saya inovasi yang baik. Tadi saya melihat ada konsep interlocking, jadi antar bata bisa saling mengunci,” ujarnya.
Menurut Syakur, pemanfaatan sampah menjadi material bangunan tersebut saat ini masih bersifat sosial dan belum dikomersialkan.
“Ini tadi saya tanyakan memang belum dikomersialkan. Namun, ini menjadi salah satu ide menarik sebagai alternatif pemanfaatan sampah,” katanya.
Terkait penggunaan bata daur ulang di wilayah Garut, Syakur mengatakan konsep tersebut baru pertama kali diterapkan di SDN 3 Sukanegla. Meski demikian, ia menilai proses pembangunan menjadi lebih cepat dengan biaya yang relatif terjangkau.
“Ini inovasi yang patut diapresiasi,” ucapnya.
Di sisi lain, Syakur juga menyoroti masih banyaknya sekolah di Kabupaten Garut yang mengalami kekurangan ruang kelas dan kerusakan bangunan.
“Kalau saya ingat, jumlahnya cukup banyak. Sekitar 10 sampai 20 persen ruang kelas mengalami kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat,” jelasnya.
Sebagai upaya penanganan, Pemkab Garut disebut terus melakukan berbagai langkah, termasuk melalui bantuan pemerintah pusat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca Juga:PT Jawa Satu Power Pastikan Operasional PLTGU Jawa-1 Berjalan Normal3 Sekawan Percuranmoran Asal Cipatujah Dibekuk Polisi
Menurut Syakur, sejumlah program revitalisasi sekolah telah berjalan berkat dukungan pemerintah pusat dan anggota DPR RI Komisi X.
“Sudah ada beberapa revitalisasi yang dilakukan pemerintah pusat, terutama yang diinisiasi oleh anggota DPR RI Komisi X. Beberapa sekolah juga mendapatkan bantuan,” ungkapnya.
Selain bantuan pusat, Pemkab Garut juga telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru di sejumlah sekolah.
“Ada alokasi anggaran untuk pembangunan RKB, meskipun jumlahnya masih terbatas,” katanya.
