UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Qurrota A’yun Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Tantangan Abad ke-21

istimewa
UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Qurrota A’yun Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Tantangan Abad ke-21
0 Komentar

GARUT – Jurusan Pendidikan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung membangun sinergi dengan Yayasan Pondok Pesantren Qurrota A’yun Samarang, Kabupaten Garut, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Jumat (24/7/2026).

Kegiatan bertema “Pembelajaran Bahasa Berbasis Literasi dan Media Praktis” tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik pembelajaran bagi mahasiswa STIT Qurrota A’yun Garut yang sebagian besar telah berprofesi sebagai guru di berbagai jenjang pendidikan.

Melalui kegiatan ini, para peserta didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta beradaptasi dengan perkembangan pendidikan abad ke-21.

Baca Juga:Lapas Garut Raih Dua Penghargaan Pengelolaan Keuangan dari KPPNKPPN Garut Beri Penghargaan kepada Satker Berprestasi dan Pemkab Garut

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Nanang Kosim, M.Ag., mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun hubungan kelembagaan yang lebih erat dan berkelanjutan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan, hasil penelitian, dan kajian akademik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para pendidik.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang panjang. UIN ingin hadir tidak hanya sekali, tetapi terus berbagi pengalaman, hasil penelitian, dan berbagai kajian akademik yang dapat memberikan manfaat bagi guru, mahasiswa, dan lembaga pendidikan,” ujar Nanang.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Nanang menilai perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.

Karena itu, perguruan tinggi perlu hadir melalui program pendampingan dan kolaborasi agar pengetahuan yang berkembang di lingkungan kampus dapat diterapkan di sekolah maupun madrasah.

“Guru tidak bisa berhenti belajar. Tantangan pendidikan terus berubah sehingga kemampuan literasi, penggunaan media, serta penguasaan metode pembelajaran perlu terus diperkuat,” katanya.

Baca Juga:Rutan Garut Raih Penghargaan Penggunaan CMS Terbaik Semester I 2026Hari Anak Nasional 2026, UPT Pemasyarakatan Garut Raya Perkuat Perlindungan Hak Anak

Momentum Pererat Hubungan Dua Lembaga

Ketua STIT Qurrota A’yun Garut, Ahmad Najib Komarudin, M.Pd.I., menyambut baik kunjungan dan kegiatan pengabdian tersebut.

Ia menilai kehadiran rombongan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara kedua lembaga.

0 Komentar