GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik melalui pengembangan aplikasi super apps SAGARUT. Langkah tersebut disosialisasikan dalam kegiatan Pengelolaan Aplikasi Layanan Publik SAGARUT yang digelar di Kampus 4 Universitas Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (9/6/2026).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa keberadaan aplikasi SAGARUT harus mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan pemerintah.
“Intinya, aplikasi ini harus membantu pelayanan hubungan masyarakat dan mengoptimalkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), bukan menambah pekerjaan baru. Sehingga, kita fokus terlebih dahulu pada aspek pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Baca Juga:Truk Pengakut Bantuan Pangan Kecelakaan, FMG Minta Pimpinan Bulog dan JPL Dievaluasi dan DicopotRem Blong, Truk Pengangkut Beras Bantuan Pangan Bulog Kecelakaan Tunggal di Tanjakan Panganten Garut
Menurutnya, digitalisasi pelayanan tidak hanya sebatas menghadirkan aplikasi, tetapi juga harus disertai sistem yang responsif dan terintegrasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah layanan pengaduan masyarakat yang akan dihubungkan dengan platform nasional SP4N Lapor.
Bupati meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut menyiapkan operator di setiap perangkat daerah agar laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Saya mohon kepada Pak Agus (Kadiskominfo), tolong siapkan nanti pelatihan bagi para operator di setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), untuk bisa memberikan respons cepat terhadap laporan-laporan yang masuk dari masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan sistem digital harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Karena itu, setiap fitur yang dikembangkan dalam SAGARUT wajib dilengkapi target, progres, dan evaluasi berkala.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Garut, Agus Kurniawan, menjelaskan bahwa SAGARUT dirancang sebagai platform layanan terpadu yang menggabungkan berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu aplikasi.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses beragam layanan mulai dari administrasi pemerintahan dan kependudukan, informasi wisata, promosi UMKM lokal, berita daerah, hingga layanan pembayaran digital.
“Secara fungsi, Super apps SAGARUT dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat Garut yang sifatnya serba digital,” jelas Agus Kurniawan.
Baca Juga:Rencana Tawuran Sejumlah Pemuda Digagalkan Polisi yang PatroliMabuk Meresahkan, Seorang Pemuda Diamankan Polisi
Saat ini, kata Agus, sekitar 30 layanan telah tersedia di dalam aplikasi SAGARUT. Pemkab Garut pun menargetkan aplikasi tersebut dapat digunakan secara luas oleh masyarakat dengan capaian 1,5 juta pengguna pada tahun 2029 hingga 2030.
