Truk Pengakut Bantuan Pangan Kecelakaan, FMG Minta Pimpinan Bulog dan JPL Dievaluasi dan Dicopot

istimewa
Rem Blong, Truk Pengangkut Beras Bantuan Pangan Bulog Kecelakaan Tunggal di Pamulihan Garut
0 Komentar

GARUT – Front Mahasiswa Garut (FMG) melontarkan kritik keras kepada pihak jasa pengiriman logistik dan Bulog usai terjadinya kecelakaan truk pengangkut beras Bantuan Pangan di kawasan Tanjakan Pengantin, Kampung Cisandaan, Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Minggu (7/6/2026) sore.

Diketahui, kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan Mitsubishi Fuso Canter yang mengangkut sekitar delapan ton beras Bulog untuk program Bantuan Pangan. Truk diduga mengalami rem blong hingga akhirnya menabrak pembatas jalan dan terjun ke Sungai Cikandang.

Ketua Front Mahasiswa Garut, Ahmad Irfan BM menilai kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kendaraan logistik yang digunakan untuk distribusi bantuan pemerintah.

Baca Juga:Rem Blong, Truk Pengangkut Beras Bantuan Pangan Bulog Kecelakaan Tunggal di Tanjakan Panganten GarutRencana Tawuran Sejumlah Pemuda Digagalkan Polisi yang Patroli

“Ini menyangkut distribusi bantuan untuk masyarakat. Sangat ironis jika kendaraan yang digunakan justru diduga tidak dalam kondisi optimal hingga menyebabkan kecelakaan,” ujar Irfan, Senin (8/6/2026).

Ia mengatakan Bulog tidak bisa lepas tangan dan harus ikut bertanggung jawab terhadap proses distribusi bantuan, termasuk memastikan pihak jasa pengiriman menggunakan kendaraan yang laik jalan dan aman digunakan di jalur ekstrem Garut selatan.

“Bulog jangan hanya fokus barang sampai tujuan, tetapi juga harus memastikan standar keselamatan kendaraan dan pengemudi benar-benar diperhatikan oleh vendor logistik. Bulog dan JPL harus dievaluasi, bahkan kalau perlu copot pimpinannya karena telah lalai melakukan pengawasan,” katanya.

Menurutnya, jalur menuju wilayah selatan Garut memiliki karakter medan yang berat dan rawan kecelakaan, sehingga kendaraan pengangkut bantuan harus melalui pemeriksaan teknis secara ketat sebelum diberangkatkan.

FMG juga mempertanyakan sistem pengawasan terhadap vendor atau jasa pengiriman yang ditunjuk dalam distribusi bantuan pangan tersebut.

“Kalau benar dugaan rem blong, berarti ada yang lalai. Ini harus dievaluasi total, mulai dari kondisi armada, kelayakan kendaraan, hingga mekanisme pengawasan dari Bulog,” tegasnya.

Selain menyebabkan enam orang mengalami luka-luka, kecelakaan tersebut juga membuat sebagian muatan beras hanyut terbawa arus sungai dan menimbulkan kerugian material cukup besar.

Baca Juga:Mabuk Meresahkan, Seorang Pemuda Diamankan PolisiMau Keluar Rumah? Waspadai Perubahan Cuaca Hari Ini

Irfan meminta pemerintah dan Bulog tidak menganggap kejadian ini sebagai insiden biasa, melainkan sebagai peringatan serius terkait tata kelola distribusi bantuan pangan di daerah.

0 Komentar