GARUT – Warga bersama pemilik pohon melakukan penebangan pepohonan yang menutupi ruas Jalan Pasirgede–Cilengkrang, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut.
Pohon bambu dan sejumlah pohon kayu yang menghambat akses jalan dibabat agar kendaraan dapat kembali melintas dengan lancar.
Aksi gotong royong tersebut dilakukan karena kondisi jalan sebelumnya cukup terganggu akibat pepohonan yang menjuntai dan menutupi badan jalan. Akibatnya, kendaraan terutama mobil pengangkut hasil pertanian mengalami kesulitan saat melintas.
Baca Juga:Tak Perlu Pinjam Venue, Garut Siap Gelar 84 Cabor di Porprov 2030Krisis Kepala Sekolah Masih Jadi Sorotan, Ketua DPRD Garut Minta Penanganan Cepat
Jajang, salah seorang petani setempat, mengatakan setelah pepohonan dibersihkan, akses jalan kembali normal dan dapat digunakan dengan nyaman oleh masyarakat.
“Kendaraan mobil yang mengangkut hasil pertanian sekarang leluasa lagi melintas. Ruas jalan itu merupakan sarana pendukung perekonomian bagi warga di beberapa kampung,” katanya.
Ruas Jalan Pasirgede–Cilengkrang sendiri merupakan jalan desa yang sebelumnya dibuka pada masa Kepala Desa Enggis dan kemudian dilakukan rabat beton pada masa Kepala Desa Asep Gozali.
Karena statusnya merupakan jalan desa, pemeliharaan jalan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Di wilayah Cilengkrang, Pasirgede, Babakan Baru, hingga Mekarsari, terdapat hamparan lahan pertanian yang cukup luas. Menjelang musim kemarau, sebagian besar petani di kawasan tersebut memilih menanam jagung dibandingkan padi.
Selain dinilai lebih mudah dalam perawatan, tanaman jagung juga dianggap lebih menguntungkan bagi petani. Kawasan tersebut bahkan dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jagung di Kecamatan Cibiuk.
Petani lainnya, Maman, mengatakan budidaya jagung lebih aman dari serangan hama tikus dan tidak membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.
Baca Juga:Kasus DBD di Garut Alami Penurunan, Namun Empat Orang Dinyatakan MeninggalDinas Pertanian Garut Dorong Produktivitas Petani Lewat Program Irigasi Perpompaan dan RJIT
“Menanam jagung lebih menguntungkan karena aman dari serangan hama tikus. Masa tanam sampai panennya juga hanya sekitar tiga bulan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat musim panen tiba, banyak bandar yang langsung datang ke kebun untuk membeli jagung dengan sistem teplak. (Pepen Apendi)
