GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian, terus berupaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Upaya tersebut, dibuktikan melalui sosialisasi program irigasi perpompaan serta pemeliharaan jaringan irigasi tersier. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Garut, Ardhy Firdian.
Menurutnya, program Inisiatif ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat sarana dan prasarana pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan ketersediaan air bagi petani.
Baca Juga:Pemkab Garut Rencanakan Penataan PKL di Depan Kantor Pemda, Kawasan Akan Dijadikan Lokasi Parkir ResmiPemkab Garut Inventarisasi Potensi 421 Desa Untuk Pengembangan Desa Wisata
“Sekaligus juga penandatanganan perjanjian kerjasama antara PPK dari Direktorat Irigasi Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) dengan para kelompok tani yang nanti akan melaksanakan kegiatan,” ujarnya belum lama ini.
Ardhy menjelaskan, pihaknya mengajukan untuk irigasi perpompaan sebanyak 34 kelompok tani pada tahap pertama.
“Kemudian untuk yang Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) kita mengajukan penandatanganan itu untuk 10 kelompok tani,” jelasnya.
Menurutnya, program ini dijalankan secara bertahap untuk menjangkau seluruh penerima manfaat, sekaligus meningkatkan efektivitas irigasi dan produksi pertanian di Kabupaten Garut.
“Selanjutnya mungkin nanti secara bertahap sampai target untuk pelaksanaan kegiatan ini bisa terpenuhi semuanya,” katanya.
Ia mengungkapkan, bahwa kehadiran Kementerian Pertanian RI menunjukkan komitmen pemerintah pusat mendukung pertanian daerah serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani demi ketahanan pangan.
Dinas Pertanian Garut berharap dengan adanya program Irpom dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier ini agar sektor pertanian di Garut lebih berkembang, sehingga kesejahteraan petani di Garut dapat meningkat. (Rizka)
