RADARGARUT– Seperti hari-hari biasa lainnya, Nur Ainia Eka Rahmadhyna (Ain) biasanya mengabari adiknya sekitar 20 menit sebelum kereta tiba di Stasiun Tambun Selatan.
Adiknya, Luthfi Dwi Fajar Riansyah, akan segera berangkat menjemput kakak perempuannya yang bekerja sebagai karyawati di KompasTV. Namun, Senin malam 27 April 2026 itu berbeda. Pesan yang ditunggu tak kunjung datang, dan Nur Ainia tak pernah pulang ke rumah.
Nur Ainia, yang akrab disapa Ain, menjadi salah satu dari 15 korban tewas dalam kecelakaan maut tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Baca Juga:KAI Prioritaskan Evakuasi dan Penanganan Korban Tragedi Bekasi Timur: Jadwal Kereta Dibatalkan untuk Fokus PenEvakuasi Korban Tragedi KRL Bekasi Timur Memakan Waktu 12 Jam: Tercatat 14 Orang Meninggal Dunia
Seluruh korban meninggal dunia adalah perempuan dewasa, dan Ain termasuk di antaranya. Ia diketahui berada di gerbong khusus wanita KRL yang paling parah mengalami kerusakan akibat benturan keras dari belakang.
Luthfi, sang adik, menceritakan dengan suara bergetar bahwa kakaknya selalu rutin memberi kabar.
“Kakak saya tuh biasanya kalau setiap pulang itu ngabarin saya 20 menit sebelum nyampe ke Stasiun Tambun Selatan. Jadi biar saya jemput di sononya,” ujar Luthfi dalam kesaksiannya yang sempat viral.
Malam itu, ponsel Ain masih sempat aktif di sekitar Stasiun Bekasi Timur, membuat keluarga sempat berharap. Namun, harapan itu pupus setelah berjam-jam pencarian.
Keluarga besar langsung bergerak cepat. Orang tua, kakak, dan kerabat berpencar ke berbagai rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya, mulai dari RSUD Kota Bekasi, RS Bella, RS Hermina, RS Ananda Kranji, RS Primaya, hingga RS Polri.
Mereka membawa foto Ain yang mengenakan baju cerah, jilbab putih, dan celana jeans saat kejadian. Berjam-jam berlalu tanpa kabar pasti, hingga akhirnya jenazah Ain berhasil diidentifikasi melalui proses DVI Polri.
Nur Ainia Eka Rahmadhyna telah mengabdi selama 11 tahun di KompasTV. Rekan-rekan kerjanya mengenang Ain sebagai sosok yang ramah, berdedikasi, dan selalu siap membantu. Pimpinan redaksi dan keluarga besar KompasTV menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Ain.
Baca Juga:Sisi Lain Tragedi KRL VS Argo Bromo Di Bekasi Timur: Berawal Dari Taxi Online Hingga EvakuasiEvakuasi Dramatis 6 Jam di Bekasi Timur: 7 Korban Perempuan Terjepit di Gerbong KRL
“Keluarga besar KompasTV menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya salah satu rekan kami, Nur Ainia Eka Rahmadhyna (Ain),” tulis akun resmi KompasTV.
