Rutan Garut Berikan Hadiah dan Penghargaan kepada Pemenang Lomba HBP Ke-62, Warga Binaan Antusias

istimewa
Rutan Garut Berikan Hadiah dan Penghargaan kepada Pemenang Lomba HBP Ke-62, Warga Binaan Antusias Ikuti Pembinaan Positif
0 Komentar

GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut memberikan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang perlombaan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (28/4/2026) dan menjadi penutup dari rangkaian perlombaan yang diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias.

Berbagai cabang lomba digelar sebagai bagian dari program pembinaan, mulai dari lomba cerdas cermat, estafet tepung, tenis meja, catur, karambol, hingga lomba karaoke. Seluruh kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, baik di antara warga binaan maupun petugas.

Pemberian hadiah dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail, didampingi jajaran pejabat struktural. Para warga binaan yang berhasil meraih prestasi tampak bangga saat menerima penghargaan, yang menjadi simbol apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga:Rutan Garut Gandeng Disdukcapil, Fasilitasi Sinkronisasi NIK dan Perekaman E-KTP bagi Warga BinaanPengedar Psikotropika di Tarogong Kidul Ditangkap Satres Narkoba

Kepala Rutan Garut, Muchamad Ismail menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan pengembangan potensi warga binaan.

“Pemberian penghargaan ini kami maknai sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kedisiplinan, dan partisipasi aktif warga binaan dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan HBP ke-62. Kami ingin menunjukkan bahwa setiap usaha positif yang mereka lakukan layak dihargai,” ujar Ismail.

Ia menyebut, melalui kegiatan seperti ini pihaknya berupaya menanamkan nilai-nilai sportivitas, kerja sama, serta membangun rasa percaya diri warga binaan agar mampu bangkit dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

“Momentum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat mental dan karakter warga binaan. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal pembinaan yang nyata,” sebutnya.

“Dengan adanya kegiatan positif seperti ini, diharapkan mereka dapat menggali potensi diri, meningkatkan keterampilan sosial, serta memiliki kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat dengan sikap yang lebih baik dan produktif,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa pendekatan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi warga binaan. Tujuan akhirnya adalah bagaimana mereka bisa kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi secara positif,” ungkapnya.

0 Komentar