Rutan Garut Perkuat Komitmen Zero HALINAR, Tekankan Integritas dan Pengawasan Internal

istimewa
Rutan Garut Perkuat Komitmen Zero HALINAR, Tekankan Integritas dan Pengawasan Internal
0 Komentar

GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas melalui pelaksanaan Apel Deklarasi Zero Handphone, Pungli, dan Narkotika (HALINAR), Rabu (22/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperkuat pengawasan internal sekaligus menutup celah terhadap berbagai potensi pelanggaran di dalam rutan. Seluruh jajaran petugas mengikuti apel dengan penuh khidmat sebagai bentuk kesiapan dalam menjalankan komitmen bersama.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail mengatakan bahwa deklarasi Zero HALINAR bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dari komitmen moral dan profesional seluruh petugas pemasyarakatan.

Baca Juga:Kemenangan Kelas Pekerja Jangan Dikhianati, GMNI Desak DPRD dan Pemda Garut Segera Bentuk Perda PRTMenanamkan Cinta Bumi Sejak Dini: Pendidikan Kecil, Dampak Besar

“Zero HALINAR adalah komitmen bersama yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya pernyataan. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kepercayaan publik,” kata Ismail.

Ia menambahkan, integritas menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pemasyarakatan yang bersih dan berwibawa. Menurutnya, setiap petugas memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga lingkungan kerja dari praktik-praktik yang menyimpang.

Ismail juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan pengawasan, termasuk peningkatan kewaspadaan terhadap masuknya barang-barang terlarang seperti handphone ilegal dan narkotika ke dalam lingkungan rutan.

“Kelalaian sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap stabilitas keamanan,” ungkapnya.

Selain itu, Ismail mengajak seluruh jajaran untuk terus menjunjung tinggi nilai profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan.

“Kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan harus dijaga melalui kinerja yang bersih dan bebas dari praktik pungutan liar maupun penyalahgunaan wewenang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ismail juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan HALINAR. Ia memastikan bahwa pengawasan akan terus diperketat dan evaluasi internal dilakukan secara berkala.

Baca Juga:Kakek Tua Asal Cibalong Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap AnakKejurda Voli U-18 Jabar di Garut Resmi Ditutup, Tectona Dominasi Dua Kategori

“Kami berharap seluruh jajaran dapat semakin solid dalam menjaga komitmen bersama, sekaligus memperkuat sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari praktik handphone ilegal, pungutan liar, serta narkotika,” pungkasnya. (*)

0 Komentar