Menanamkan Cinta Bumi Sejak Dini: Pendidikan Kecil, Dampak Besar

istimewa
Menanamkan Cinta Bumi Sejak Dini: Pendidikan Kecil, Dampak Besar
0 Komentar

Oleh: Salma Nisya Fauziah, S.Pd. – Guru Sekolah Dasar

SEBAGAI seorang guru salah satu sekolah dasar di Garut, ketika saya memulai pembelajaran dengan melempar sebuah pertanyaan yang sangat dekat dengan dunia peserta didik: “Kalau halaman rumah kita kotor dan penuh sampah, kalian nyaman tidak bermain di sana?” Mereka langsung menjawab, “Tidak, Bu.”

Dari situ saya lanjutkan, “Nah, bumi ini kan rumah kita bersama.” Anak-anak pun mulai mengangguk pelan dan dari momen sederhana itu, kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan mulai tumbuh dengan cara yang mereka pahami.

Hari Bumi bukan sekadar peringatan tahunan yang lewat begitu saja. Ia seharusnya menjadi momen untuk bertanya ulang: sudahkah kita mengenalkan anak pada bumi yang mereka tinggali? Atau justru kita sibuk mengajarkan banyak hal, tapi lupa satu hal penting bagaimana cara menjaga tempat hidup mereka sendiri?

Baca Juga:Kakek Tua Asal Cibalong Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap AnakKejurda Voli U-18 Jabar di Garut Resmi Ditutup, Tectona Dominasi Dua Kategori

Realitasnya, kerusakan lingkungan itu dekat. Di Garut, kita bisa melihat sendiri bagaimana kawasan pegunungan yang dulu hijau, perlahan berubah karena aktivitas pengerukan.

Data dan pemberitaan menunjukkan bahwa aktivitas tambang telah menyebabkan kerusakan lahan hingga memicu longsor di beberapa titik. Ini bukan cerita jauh. Ini terjadi di sekitar kita. Dan tanpa sadar, anak-anak kita tumbuh dengan melihat itu sebagai sesuatu yang biasa.

Padahal dalam Islam, menjaga bumi adalah bagian dari tanggung jawab keimanan. Allah SWT berfirman: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41).

Ayat ini sangat jelas, bahwa kerusakan bukan terjadi begitu saja, tetapi karena ulah manusia. Maka memperbaikinya pun harus dimulai dari manusia dan pendidikan adalah pintu utamanya.

Rasulullah SAW juga memberikan pesan yang sangat kuat melalui hal sederhana: “Jika kiamat terjadi dan di tanganmu ada benih, maka tanamlah.” (HR. Ahmad).

Pesan ini mengajarkan bahwa menjaga bumi bukan soal besar kecilnya tindakan, tetapi tentang kesadaran dan kemauan untuk berbuat baik, bahkan dalam kondisi apa pun.

0 Komentar