Nasa Prediksikan Gerhana Matahari Total Pertama dalam Lebih dari Dua Tahun Akan Terjadi Pada Agustus

(Istimewa)
Gerhana matahari total
0 Komentar

RADARGARUT– Dunia astronomi akan segera menyaksikan fenomena langka yang ditunggu-tunggu. Pada 12 Agustus 2026, gerhana matahari total pertama setelah lebih dari dua tahun akan melintasi beberapa wilayah di Bumi.

Fenomena ini terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Matahari dan Bumi, sepenuhnya menutupi cahaya Matahari di jalur tertentu, sehingga siang hari berubah menjadi gelap gulita seperti matahari terbenam atau malam hari selama beberapa puluh detik hingga beberapa menit.

Menurut NASA, gerhana matahari total merupakan salah satu peristiwa astronomi paling spektakuler yang dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang (pada fase total saja) oleh manusia. Momen ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga memberikan kesempatan berharga bagi ilmuwan untuk mempelajari Matahari lebih dalam.

Baca Juga:Timnas U19 Indonesia Sukses Taklukkan Vietnam 2-1KA Cikuray Ekonomi Kerakyatan Resmi Hadir 10 Juni 2026

Jalur Gerhana dan Durasi Pengamatan

Gerhana matahari total kali ini akan membentang sepanjang sekitar 8.300 kilometer. Jalurnya dimulai dari Samudra Arktik, melewati dekat Kutub Utara, kemudian melintasi Greenland, Islandia, Portugal timur laut, dan Spanyol utara.

Di Greenland, durasi gerhana total dapat mencapai lebih dari 2 menit. Di Spanyol utara, pengamatan total lebih singkat, hanya sekitar 20 detik. Bagi masyarakat di wilayah lain di Eropa, Afrika Utara, dan Amerika Utara, mereka akan menyaksikan gerhana matahari sebagian, di mana hanya sebagian kecil dari cakram Matahari yang tertutup oleh Bulan.

Sayangnya, di Indonesia dan sebagian besar Asia, termasuk Vietnam, gerhana ini tidak akan terlihat secara langsung. Namun, Badan Antariksa Eropa (ESA) berencana menyiarkan secara live dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Spanyol agar masyarakat dunia dapat menyaksikannya.

Signifikansi Historis

Ini menjadi gerhana matahari total pertama yang melintasi Eropa setelah lama absen. Terakhir kali Eropa menyaksikan gerhana total adalah pada tahun 2006. Khusus bagi Spanyol, ini akan menjadi pengalaman pertama warganya melihat gerhana total dari daratan sejak tahun 1905.

Carole Mundell, Kepala Petugas Ilmiah ESA, menyebut gerhana sebagai momen yang menyatukan jutaan orang untuk menatap langit bersamaan, mengingatkan kita pada keingintahuan manusia terhadap alam semesta.

Mengapa Ilmuwan Sangat Antusias?

Gerhana matahari total memberikan kesempatan emas bagi para peneliti untuk mempelajari korona (lapisan terluar atmosfer Matahari) yang biasanya tersembunyi oleh cahaya terang.

0 Komentar