Penanganan Banjir Samangen Garut Butuh Dukungan, Termasuk Dari Pemerintah Pusat

Radar Garut
Banjir yang kerap terjadi di Wanaraja Garut. (Tangkapan layar video warga/radargarut.id)
0 Komentar

GARUT – Banjir yang kembali melanda Jalan Samangen di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Garut.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh kondisi kontur tanah yang labil serta dampak dari proyek rekonstruksi jalan di kawasan tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana menjelaskan bahwa permasalahan utama berada pada kondisi geografis dan karakter tanah di wilayah tersebut yang mudah terbawa arus air.

Baca Juga:Ujang Saepuloh Terpilih Aklamasi, Pimpin NPCI Garut Periode 2026–2031DPRD Garut Tekan Transparansi Baznas

“Jadi ketika ini tinggi, kemudian terjadi sedimentasi, apapun yang terjadi, karena kontur tanah di sana itu relatif lebih cepat terbawa arus, sehingga kalaupun kita lakukan sedimen di bawah, tetap itu akan serta-merta,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan yang dilakukan selama ini bersifat sementara dan belum mampu mengatasi akar persoalan.

Ia menilai diperlukan pembangunan infrastruktur seperti cek dam di bagian hulu untuk menahan aliran material agar tidak langsung masuk ke badan jalan.

“Jadi ketika diberesin pasti akan begitu lagi, sehingga memang perlu katakanlah cek dam di atas, seperti halnya di Cimanuk, sehingga aliran itu jangan sampai masuk ke situ, dan di situ terdam baru masuk ke bawah,” sebutnya.

Nurdin menambahkan, Pemkab Garut terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pembersihan material, asesmen lapangan, hingga koordinasi lintas instansi seperti BPBD, Dinas teknis, dan Damkar.

“Ya ini kan gini, kita bantu mereka, kita bersihkan dan bantu-bantu teman-teman kami dari dinas teknis dan kan hasilnya kita melakukan upaya-upaya, BPBD dan melakukan upaya assessment, melakukan koordinasi, damkar melakukan bentuk-bentuk pembersihan yang kita lakukan, karena ini selalu berulang, sehingga kita integrasi,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala dalam penanganan yang lebih permanen.

Baca Juga:Garut Minim Lowongan Kerja, Pengangguran Capai 6,09 PersenDaerah Cimacan Garut Rawan Banjir, DPRD: Warga Diminta Pindah

Oleh karena itu, Pemkab Garut berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat.

“Kalau melihat kebutuhan, maka sebetulnya ini mudah-mudahan ini ada bantuan Pusat, jika tidak ada bantuan dari pusat saya pikir dengan APBD ini sulit, ya sama di PUPR pun juga dananya terbatas,” katanya.

0 Komentar