GARUT – Musim kemarau tidak sepenuhnya melumpuhkan sektor pertanian di Kabupaten Garut. Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut memperkirakan luas lahan sawah yang akan memasuki masa panen pada Oktober 2026 ini mencapai 7.869 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.
”Estimasi panen di bulan Oktober ada 7.869,07 hektare di 42 kecamatan di Garut,” ujar Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian.
Ardhy memaparkan, Kabupaten Garut memiliki total luas lahan sawah mencapai 46.824,40 hektare dengan rata-rata produktivitas gabah kering panen (GKP) sebesar 69 kuintal per hektare.
Baca Juga:Polres Garut Ungkap 22 Kasus Narkoba, Sita Barang Bukti Rp1 Miliar LebihMusik Pop Bertemu Sentuhan Lokal, Kolaborasi no na di Shopee 11.11 Big Sale Bawa Kreativitas Penuh Warna
Potensi panen padi pada bulan ini tersebar di wilayah Garut bagian utara maupun selatan. Luas panen terbesar tercatat di wilayah selatan, yakni Kecamatan Bungbulang yang mencapai 447 hektare dan Kecamatan Talegong seluas 439,5 hektare.
Selain itu, beberapa wilayah lain yang juga berpotensi panen di antaranya Kecamatan Limbangan seluas 345 hektare, Samarang 318,75 hektare, dan Kadungora 316,11 hektare.
Lahan-lahan tersebut tetap mampu berproduksi dengan baik karena ditopang oleh pasokan pengairan yang memadai meski proses penanaman berlangsung di tengah musim kemarau.
”Bisa panen karena kan ada sawah-sawah kita yang masih punya cukup air dari irigasi,” jelasnya.
Kendati demikian, dampak kemarau tahun ini tetap memicu ancaman kekeringan di sebagian lahan pertanian. Bahkan, seluas 221,40 hektare atau sekitar 0,47 persen dari total lahan sawah di Garut terpaksa mengalami puso (gagal panen).
Menurut Ardhy, fenomena puso terjadi lantaran tanaman padi tidak memperoleh pasokan air irigasi saat memasuki usia dua bulan, yang merupakan fase krusial bagi kebutuhan air tanaman.
”Ada juga sawah-sawah yang memang sempat ditanam, sempat pada waktu perjalanannya itu tidak terairi akhirnya terancam, dan yang puso itu yang enggak sama sekali ada air,” katanya.
Baca Juga:Garut Lepas Kontingen Porprov dan Bidik 50 EmasPKS Garut Gelar Dialog Publik, Undang Pimpinan Ormas Islam Bahas Isu Strategis hingga Kepemimpinan
Di sisi lain, catatan kinerja produksi padi Garut menunjukkan tren positif. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, produksi GKP Garut berhasil menembus angka 730.769 ton. Capaian ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 701.422 ton.
Peningkatan produksi tersebut, lanjut Ardhy, tidak terlepas dari langkah strategis percepatan tanam di awal tahun saat ketersediaan air dan curah hujan masih melimpah.
