Dinkes Garut Catat 70 Persen SPPG Kantongi SLHS, Sisanya Masih Berproses

MBG
MBG
0 Komentar

GARUT – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, mencatat hingga sekarang sekitar 70 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Garut sudak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Dinkes Garut, Leli Yuliani, mengatakan SPPG yang sudah beroperasional wajib memiliki SLHS dan tercatat sudah sekitar 70 persen yang sudah memiliki SLHS.

“Cuman yang tinggal yang belum, mungkin itu sambil proses. Karena kan SPPG-nya harus jalan dulu, baru nanti bisa diperiksa sama kita terkait dengan sampel makanan dan sebagainya. Tapi kalau belum jalan, maka belum bisa juga kita periksa,” ujarnya.

Baca Juga:Perbaikan Pasar Andir Garut Butuh Rp1,5 Miliar, Bantuan Stimulan Finansial Ke Pedagang Masih Diupayakam5.806 Warga Garut Belum Pernah Terima Bantuan Apapun, Dinsos Catat Kuota Balebat Hanya Untuk 1.000 KK

Leli menyebutkan, 70 persen SPPG yang sudah memiliki SLHS tersebut dari sekitar 400 lebih SPPG yang sudah beroperasional, sehingga yang belum memiliki SLSH tengah berproses.

“Ya, ini kan sambil jalan ya, intinya kalau yang memang SPPG yang sudah beroperasional itu memang 100 persen harus sudah memiliki SLHS,” sebutnya.

Menurut Leli, Dinkes Garut sendiri sudah memiliki Standar Operasional (SOP) untuk menerbitkan SLHS sebagai bentuk pengawasan.

“Itu sudah ada SOP di tenaga-tenaga kesehatan lingkungan dari Puskesmas ya dan dari Dinas Kesehatan, sehingga kita mengikuti dari SOP tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa penertiban SLHS memang tidak ada kendala, namun hanya menempuh waktu selama 14 hari, dikarenakan perlunya pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.

“Karena memang pemeriksaan laboratoriumnya yang lama itu karena si sampelnya itu kan harus dikembangbiakan di laboratoriumnya, bukan sehari itu diperiksa, terus sehari itu dapat hasilnya, kan tidak bisa begitu, ya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan edukasi dan pengawasan rutin ke setiap SPPG agar makanan tetap terjaga sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga:Harga Cabai Rawit Hijau Melonjak Hingga 17,8 Persen, Pasokan di Garut Belum OptimalLiquid Vape Jadi Ancaman, Desak APH dan BNN Lakukan Penindakan

Namun, tidak hanya pengecekan terhadap makanan saja, para pegawai SPPG nya pun yang setiap hari mengolah makanan harus dilakukan cek kesehatan.

“Sehingga bukan hanya memang bagaimana mereka bisa melaksanakan ya istilahnya pengolahan makanan yang aman tapi juga yang mengolahnya juga harus sehat,” pungkasnya. (*)

0 Komentar