GARUT – Memasuki hari ke-11 masa tanggap darurat pascakebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut terus mengintensifkan upaya penanganan di lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefullah, mengatakan untuk hasil evaluasi dihari ke-7 menunjukkan sejumlah kegiatan pembersihan telah selesai, sehingga penanganan kini berlanjut pada pembangunan infrastruktur darurat.
Menurut Aah, proses pembersihan di area Pasar Andir telah rampung pada hari ketujuh masa tanggap darurat.
Baca Juga:Perbaikan Pasar Andir Garut Butuh Rp1,5 Miliar, Bantuan Stimulan Finansial Ke Pedagang Masih Diupayakam5.806 Warga Garut Belum Pernah Terima Bantuan Apapun, Dinsos Catat Kuota Balebat Hanya Untuk 1.000 KK
“Kemarin pada hari ketujuh kita evaluasi, beberapa kegiatan kita hentikan terutama pembersihan di Pasar Andir yang sudah selesai di hari ketujuh,” ujarnya.
Aah mengatakan, setelah proses pembersihan selesai, penanganan dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas fisik sementara guna mendukung kembali aktivitas para pedagang di Pasar Andir.
Ia menyatakan, pembangunan infrastruktur sementara dilakukan melalui pemasangan atap baja ringan untuk los dan kios darurat, sehingga para pedagang dapat kembali menjalankan aktivitas jual beli.
Sementara itu, BPBD bersama instansi terkait masih menyiagakan pos pengamanan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, dengan dukungan bantuan dari berbagai instansi vertikal.
Ia menyebutkan, proses pembasahan di lokasi tersebut masih dilakukan secara berkala dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran untuk mencegah munculnya kembali titik api.
“Proses pemadaman masih tetap berlanjut sampai tanggal 23, selama masa tanggap darurat sampai hari ke-14,” sebutnya.
Sementara itu, operasional pengangkutan sampah telah kembali normal sejak beberapa hari lalu, sehingga tidak lagi terlihat tumpukan sampah di jalan-jalan protokol Kabupaten Garut. (*)
