GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Salah satunya melalui Pelatihan Pendidikan Moralitas bersama Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Gazebo Rutan Garut tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai moral, budi pekerti, kepedulian, serta membangun sikap positif yang dapat diterapkan warga binaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan dihadiri Kepala Rutan Kelas IIB Garut Muhammad Harun Al Rasyid, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, pemateri dari Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia, serta sejumlah warga binaan sebagai peserta.
Baca Juga:Pembangunan Lapak PKL di Samping Kantor Bupati Garut Terhenti, Pemkab Tunggu Anggaran Perubahan 2026Kekeringan Meluas, BPBD Garut Sudah Salurkan 497 Ribu Liter Air Bersih ke 13 Kecamatan
Kepala Rutan Garut, Muhammad Harun Al Rasyid, mengatakan pembinaan di dalam Rutan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas selama menjalani masa penahanan. Pembinaan kepribadian juga diarahkan untuk membantu warga binaan memahami kembali nilai-nilai positif yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan.
“Pembinaan moralitas menjadi salah satu upaya untuk memberikan bekal kepada warga binaan agar mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Harun.
Menurutnya, pendidikan moralitas menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Warga binaan diharapkan tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu melakukan refleksi terhadap sikap dan perilaku yang selama ini dijalani.
Karena itu, materi yang diberikan meliputi nilai-nilai moralitas, budi pekerti, kepedulian terhadap sesama serta sikap yang dapat diterapkan dalam hubungan sosial di lingkungan Rutan maupun setelah kembali ke masyarakat.
Muhammad Harun menilai proses pembinaan tersebut perlu menjadi ruang pembelajaran bagi warga binaan untuk membangun perubahan dalam diri.
“Kami berharap pembelajaran yang diberikan dapat menjadi bagian dari proses perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Ia menekankan, pembinaan moral dan karakter memiliki posisi penting karena warga binaan nantinya akan kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Baca Juga:IHC 2026 Digelar di Garut, Atlet Horsebow dari Enam Provinsi Adu KetepatanHUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Jabar Luncurkan Jawara Lalu Lintas dan E-Ramcek
Bekal mengenai budi pekerti dan nilai kehidupan, kata dia, diharapkan membantu warga binaan menjalani proses tersebut dengan pemahaman dan sikap yang lebih baik.
“Pembinaan moralitas menjadi salah satu upaya untuk memberikan bekal kepada warga binaan,” ucapnya.
