Kekeringan Meluas, BPBD Garut Sudah Salurkan 497 Ribu Liter Air Bersih ke 13 Kecamatan

Radar Garut
Kekeringan, Padi Dimanfaatkan untuk Pakan
0 Komentar

GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan maupun mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.

Hingga saat ini, BPBD mencatat sekitar 497 ribu liter air bersih telah didistribusikan melalui 99 tangki ke wilayah yang tersebar di 13 kecamatan.

Ke-13 kecamatan tersebut meliputi Banyuresmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Sukaresmi, Bayongbong, Kadungora, Cibatu, Sucinaraja, Karangpawitan, Garut Kota, Cilawu, dan Cigedug.

Baca Juga:IHC 2026 Digelar di Garut, Atlet Horsebow dari Enam Provinsi Adu KetepatanHUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Jabar Luncurkan Jawara Lalu Lintas dan E-Ramcek

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengatakan distribusi air bersih dilakukan melalui mekanisme koordinasi bersama sejumlah instansi terkait agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

“BPBD mengoordinasikan tugasnya. Untuk eksekusinya kita atur, khususnya untuk suplai air bersih. Beberapa tempat, kurang lebih sudah 13 kecamatan, dan kita sudah suplai 497 ribu liter yang sudah dikirim sampai saat ini,” ujar Aah.

Menurutnya, wilayah yang membutuhkan bantuan terlebih dahulu menyampaikan permohonan kepada BPBD. Selanjutnya, BPBD akan mengatur dan mengoordinasikan proses distribusi dengan instansi yang memiliki sarana pendukung.

Salah satunya melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Jika armada BPBD sedang digunakan untuk kebutuhan lain, distribusi air juga dapat dikoordinasikan dengan Dinas Sosial.

Aah menjelaskan, sejauh ini BPBD belum melibatkan TNI dan Polri secara khusus dalam pendistribusian air bersih karena kondisi kekeringan di Kabupaten Garut belum ditetapkan sebagai status tanggap darurat.

“Kita masih ke instansi yang masih bersepakat dengan kita. Jadi harus ke BPBD dulu,” katanya.

Program penyaluran air bersih tersebut direncanakan berlangsung sejak 1 Juli hingga 30 September. Pada program ini, BPBD memfokuskan bantuan berupa suplai air bersih, sedangkan kebutuhan lain akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah sesuai kewenangannya.

Baca Juga:Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Perempuan di Hotel Cirebon, Motif Diduga CemburuSaat Motor Mogok di Tanjakan Kopi, Call Center 110 Jadi Jalan Datangnya Pertolongan

Untuk menjamin kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat, BPBD tetap mengambil pasokan melalui Perumda Air Minum (PDAM).

“Ngambil airnya tetap kita ke PDAM karena harus higienis,” ujar Aah.

Selain air bersih, BPBD juga berperan dalam mengoordinasikan kebutuhan bantuan lainnya berdasarkan hasil asesmen di lapangan.

Untuk bantuan sosial, koordinasi dilakukan bersama Dinas Sosial. Sementara bantuan pangan diarahkan melalui Dinas Ketahanan Pangan. Penanganan kebakaran bangunan juga melibatkan perangkat daerah terkait sesuai dengan jenis kebutuhan masyarakat terdampak.

0 Komentar