“Dalam usulan tahun 2027 sekarang ada jalan lingkungan, tetapi pengampunya bukan kita, melainkan Perkim. Kemudian jalan desa pengampunya ada di DPMD,” ujarnya.
Sementara itu, biaya pemeliharaan setiap titik PJU berbeda-beda tergantung jenis kerusakannya. Untuk penggantian fotosel, misalnya, diperlukan biaya sekitar Rp250 ribu per unit.
Sedangkan komponen lampu membutuhkan biaya lebih besar, bahkan dapat mencapai sekitar Rp3 juta per unit.
Baca Juga:BPJS PBI Garut Masih Terkendala Akurasi DTSEN, Dinsos Pastikan Warga Tak Mampu Tetap DilayaniDukung Kawasan Peternakan, Pemprov Jabar Tangani Perbaikan Jalan Garut–Cilandak dengan Anggaran Rp13,2 Miliar
“Kalau yang mahal itu lampunya. Ada yang harganya Rp3 juta karena menggunakan lampu LED, hemat energi, dan kita membeli yang bergaransi,” ucap Satriabudi.
Di tengah upaya meningkatkan pelayanan PJU, Dishub Garut juga harus menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Satriabudi menyebut total efisiensi anggaran di instansinya mencapai hampir Rp425 juta.
Meski demikian, ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Pastilah berdampak, tapi kita berupaya tetap memberikan pelayanan. Selama kita masih memiliki kemampuan, kita coba terus memberikan pelayanan,” katanya.
“Total efisiensinya kalau diakumulasikan hampir sekitar Rp425 juta, itu di Dishub saja,” pungkas Satriabudi. (*)
