Ia mengatakan para warga tersebut pergi untuk bekerja dan mencari penghidupan di luar daerah.
“Mereka berjihad untuk mencari pekerjaan. Dari 23 orang itu, 11 di antaranya selamat, satu orang dinyatakan meninggal, dan masih ada 11 yang belum ditemukan. Saya akan minta Dinas Sosial untuk ke sana, karena jumlah 23 itu bukan sedikit,” katanya.
Syakur mengatakan Pemkab Garut mulai melakukan koordinasi dengan keluarga korban di Kecamatan Karangpawitan. Dinas Sosial juga diminta turun langsung untuk memperoleh data dan informasi yang lebih lengkap.
Baca Juga:Bupati Garut Dorong Olahraga dan Ekonomi Berbasis BudayaKemarau Picu Krisis Air di Cibiuk dan Leuwigoong, Padi Mengering, Sumur Bor Jadi Harapan Warga
“Ini hari ini mulai komunikasi, saya minta Dinsos untuk ke Karangpawitan, ini semua berasal dari 1 desa. Ini akan kita cari alasannya dengan tujuan apa mereka ke sana. Tapi yang pasti bekerja,” ucapnya.
Pemkab Garut juga berencana mengirimkan perwakilan ke Kalimantan Selatan untuk membantu proses koordinasi, termasuk terkait warga yang selamat maupun korban yang masih dalam pencarian.
“Tentu saja kita akan coba kirim orang ke sana, nanti akan dijemput. Sambil menunggu kabar, kita ada yang berangkat ke sana,” ujar Syakur.
Menurutnya, warga Garut yang berhasil diselamatkan masih berada di Kalimantan Selatan dan sebagian masih mendapatkan penanganan.
“Yang selamat masih di sana. Masih dirawat karena itu kan sudah dua malam. Kami tentu sangat prihatin,” katanya. (*)
