GARUT – Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, terus berupaya melakukan penertiban para Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan mengedepankan humanis.
Kepala Disperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi, mengatakan untuk perkembangan penertiban PKL saat ini difokuskan dibeberapa titik.
“Kami masih difokuskan di beberapa titik lokasinya. Yang pertama yang ada di pusat perkotaan,” ujarnya.
Baca Juga:Rp51 Miliar Digelontorkan, PUPR Garut Sebut Perbaikan Jalan Kabupaten dan Desa Capai 40 PersenKekeringan di Garut Terus Meningkat, Distan Catat 555 Hektare Lahan Pertanian Terdampak
Ia menyampaikan, untuk penertiban di pusat perkotaan Garut saat ini masih penataan di Pasar Baru, dan area Pemda.
“Kemudian yang ada di samping halaman kantor Setda Garut, ini menjadi fokus kegiatan kami di Indag khususnya,” katanya.
Selain itu, kata Ridwan, penertiban atau penataan PKL pun kolaborasi dengan Satpol PP, terutama penertiban bangunan liar.
“Terutama penertiban bangunan liar, itu yang sedang dilaksanakan oleh Satpol PP Kabupaten Garut,” ucap Ridwan.
Sebelumnya, Satpol PP Garut sudah menertibkan bangunan liar di wilayah jalan terusan pembangunan atau area simlim dekat persis.
Maka Ridwan menjelaskan, untuk bangunan liar diwilayah lain akan bertahap ditertibkan, dan akan dievaluasi hasil dari penertiban Satpol PP.
“Kalau memang patut untuk dilaksanakan penertiban ya penertiban, itu kembali nanti pertimbangan bersama dengan tim,” jelasnya.
Baca Juga:Wacana Pilkada 2029 Dipilih Oleh DPRD, KPU dan Bupati Garut Masih Tunggu AturanPerda PKL Akan Segera Terbit, Disperindag Garut Sebut Bahas Semua Aspek Bukan Hanya Penertiban
Ia menambahkan, penertiban PKL di Garut hingga sekarang sangat alot, namun memang bukan hanya penertiban tapi harus berbagai skema dilakukan, agar seimbang antara penertiban, penataan, dan pemberdayaan PKL.
“Tapi kita pun juga bagaimana skema pemberdayaannya, karena ya PKL bagi pemerintah daerah tentu tidak hanya sebatas mereka yang berjualan di tempat yang tidak semestinya mereka, tapi memang ini menjadi salah satu alternatif menjalankan usaha,” pungkasnya. (*)
