Kekeringan di Garut Terus Meningkat, Distan Catat 555 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Lahan Persawahan terdampak Kekeringan di Kecamatan Cibatu. (Istimewa)
Lahan Persawahan terdampak Kekeringan di Kecamatan Cibatu. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Musim kemarau sangat berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Garut. Sejumlah lahan dibeberapa wilayah pun hingga mengalami keterbatasan air.

Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) pada Dinas Pertanian Garut, Cecep Subarjah, mengatakan berdasarkan laporan dilapangan untuk data dampak kering secara akumulatif hingga akhir Agustus 2026 tercatat 555 hektare meliputi 34 Kecamatan.

“Itu yang terkena sekitar 555 hektare yang meliputi di 34 Kecamatan. Terus lahan yang mengalami puso itu sekitar 145 hektare di 12 kecamatan, dan yang pulih itu 51 hektare. Dan yang dilakukan penanganan itu sekitar 54 hektare, dan luasan lahan yang terancam sekitar 996 hektare,” ujarnya saat diwawancarai diruangannya.

Baca Juga:DPMPTSP Garut Tegaskan Pendirian Bangunan Wajib Kantongi PBG, Keselamatan Jadi PrioritasJalan Banjarwangi Hingga Peundeuy Sudah Disurvei BPJN, PUPR Garut Menunggu Hasil Penilaian Balai

Ia menyebutkan, untuk perbandingan dengan bulan Juli 2026 sebelumnya memang pada Agustus 2026 mengalami kenaikan dari angka 331 hektare.

“Sekarang yang periode Agustus 2026 ini akumulatifnya mencapai 555 hektare,” sebutnya.

Dari 555 hektare yang terkena dampak dan berhasil dipulihkan sekitar 51 hektare, kata Cecep gep pemulihannya sangat jauh, salah satu kendala nya pada penanganan ialah lahan yang tidak tersedia sumber air.

“Kami di Distan ada bantuan Irigasi Perpompaan, Irigasi Perpipaan, Irigasi Air Tanah Dangkal/Dalam, Rehabilitasi Jaringan Irigasi. Yang kedua, kami juga sudah menyalurkan bantuan pompa air yang ada di Brigade dan kelompok tani, bantuan pompa dari tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Namun, kendala ditingkat Petani ialah terkait biaya operasional bahan bakar pompa. “Karena pompa itu pakai bahan bakar, kadang-kadang petani agak terkendala terkait biaya operasional, padahal kami kan sudah mengupayakan terkait fasilitasi bantuan pompa air tersebut,” lanjutnya.

Cecep menyampaikan, untuk wilayah yang terkena dampak akibat puso tersebar di beberapa kecamatan, seperti Cibatu, Karangpawitan, hingga Bungbulang.

“Yang pertama itu di wilayah yang banyak yang terkena puso itu di wilayah Cibatu, kecamatan Karangpawitan, Bungbulang, Pamulihan, Pakenjeng, Selaawi dan Cihurip,” katanya.

Terkait penyaluran Air, menurut Cecep, Distan Garut hanya memfasilitasi terkait kegiatan Irigasi perpompaan (Irpom).

Baca Juga:Revitalisasi PKL Area Pemda Garut Akan Rampung Desember 2026, Habiskan Anggaran Rp500 JutaKopi Garut Berpotensi Kembali Tembus ke Pasar Ekspor, Distan Siapkan Strategi Perkuat Brand

“Biasanya yang terkait penyaluran untuk kebutuhan air di BPBD hanya untuk konsumsi air bersih, kalau untuk sawah kan diantisipasi ada airnya kan dari jaringan irigasi, Irpom, maupun sarana pompa air” paparnya.

0 Komentar