GARUT — Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut periode mendatang memasuki tahap tes kompetensi. Para peserta diuji mulai dari pengetahuan dasar mengenai tata kelola BAZNAS hingga kemampuan menuangkan gagasan melalui penulisan makalah.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, mengatakan proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk menyaring peserta hingga menghasilkan calon-calon terbaik yang nantinya akan diajukan ke tingkat pusat.
Menurut Bambang, sebanyak 30 orang sebelumnya mendaftarkan diri dalam proses seleksi. Setelah dilakukan pemeriksaan administrasi, sebanyak 24 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Baca Juga:Melawan saat Ditangkap, Geng Motor yang Keroyok Lansia di Tarogong Kidul Kakinya DidorKejurda Jadi Ajang Berburu Bibit untuk PON hingga Timnas, Proton FC Ikut Memantau
“Dari seluruhnya 30 yang lolos administrasi 24 peserta. Dari 24 peserta mengerucut lagi menjadi 20 peserta. Setelah 20, kita tes lagi melalui wawancara menjadi 10 peserta,” ujar Bambang di sela-sela kegiatan, Kamis (20/8/2026).
Dengan skema tersebut, 24 peserta yang mengikuti tahapan saat ini akan kembali disaring menjadi 20 orang. Selanjutnya, melalui tahapan wawancara jumlah tersebut akan dipangkas menjadi 10 calon.
Sepuluh nama yang dinyatakan lolos nantinya akan diajukan Bupati Garut kepada BAZNAS pusat untuk menjalani proses lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku.
Bambang memastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan objektivitas dan transparansi. Ia bahkan menegaskan tidak ada peserta yang mendapatkan perlakuan khusus maupun masuk melalui titipan pihak tertentu.
“Jaminan 1.000 persen tidak ada titipan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menilai calon pimpinan BAZNAS harus memiliki kapasitas yang lebih dari sekadar memahami administrasi lembaga. Mereka harus memiliki pemahaman kuat mengenai tata kelola zakat serta mampu membawa BAZNAS menjadi lembaga yang semakin profesional.
Syakur menilai para peserta yang mengikuti proses seleksi sejauh ini telah memiliki pemahaman mengenai tata kelola BAZNAS.
“Saya sudah sampaikan bahwa yang 30 orang memahami tentang tata kelola BAZNAS dengan baik,” ujar Syakur.
Baca Juga:Buka Kejurda Futsal di Garut, Buky Dorong Olahraga-Wisata Jadi Ekosistem EkonomiMuhammad Harun Al Rasyid jadi Nahkoda Baru Rutan Garut Gantikan Muchamad Ismail
Namun, menurutnya, tantangan pimpinan BAZNAS ke depan juga terletak pada kemampuan mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat di Kabupaten Garut.
Syakur menyoroti penghimpunan zakat yang selama ini dinilainya masih banyak bertumpu pada kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Padahal, potensi zakat dari masyarakat maupun berbagai sektor lainnya masih dapat dikembangkan.
