GARUT – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat kembali menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Futsal Jawa Barat. Memasuki penyelenggaraan ke-10, kompetisi yang digelar di Kabupaten Garut tersebut berlangsung selama delapan hari, mulai 20 hingga 27 Agustus 2026.
Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Barat, Herman, mengatakan Kejurda merupakan agenda rutin tahunan sekaligus bagian penting dari sistem pembinaan futsal berjenjang di Jawa Barat.
Pada Kejurda tahun ini, sebanyak 20 tim putra dan 18 tim putri dari berbagai kabupaten/kota ambil bagian. Tidak seluruh daerah mengirimkan tim pada dua kategori, bahkan terdapat daerah yang tidak berpartisipasi.
Baca Juga:Buka Kejurda Futsal di Garut, Buky Dorong Olahraga-Wisata Jadi Ekosistem EkonomiMuhammad Harun Al Rasyid jadi Nahkoda Baru Rutan Garut Gantikan Muchamad Ismail
“Ini agenda rutin, Kejurda kan tiap tahun. Ini Kejurda yang ke-10. Berlangsung mulai tanggal 20 sampai 27 Agustus,” ujar Herman.
Menurut Herman, Kejurda tidak sekadar menjadi ajang menentukan juara antardaerah. Kompetisi tersebut menjadi salah satu mata rantai pembinaan atlet yang nantinya dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan dengan level lebih tinggi.
Herman menjelaskan, pembinaan atlet futsal di Jawa Barat dilakukan secara berjenjang. Pemain yang tampil dalam Kejurda selanjutnya berpeluang menjadi bagian dari kekuatan masing-masing kabupaten/kota pada multievent olahraga tingkat provinsi.
Dari sana, pembinaan berlanjut menuju Babak Kualifikasi (BK) PON hingga akhirnya menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Pembinaan ini kita berjenjang. Di Kejurda ini masing-masing kota dan kabupaten disiapkan untuk multievent. Nanti nyambung ke BK PON sampai ke PON,” katanya.
Pola tersebut, lanjut Herman, memungkinkan perkembangan atlet terus dipantau dari satu jenjang kompetisi ke jenjang berikutnya.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan futsal Jawa Barat salah satunya dapat dilihat dari banyaknya pemain asal Jawa Barat yang mampu menembus level nasional.
Baca Juga:19 Atlet Panahan Tradisional Garut Bersiap Berlaga di Kejurnas FESPATI 2026, Terbanyak se-Jawa BaratRealisasi Belanja APBN KPPN Garut hingga Juli 2026 Tembus Rp2,69 Triliun
“Alhamdulillah, sesuai dengan data catatan di Timnas, Jawa Barat memang terbanyak, baik putra ataupun putri, termasuk pelatihnya,” ungkap Herman.
Prestasi PON Jadi Tolok Ukur
Selain kontribusi pemain ke Tim Nasional, Herman menyebut capaian Jawa Barat di PON menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan.
Jawa Barat, kata dia, memiliki catatan prestasi kuat dalam cabang olahraga futsal. Tim Jabar mampu meraih medali emas PON, sementara pada PON Papua harus puas berada di posisi kedua.
