GARUT – Seorang pelajar tingkat SMA di Garut, Pazwa Pahaludin (15), menderita cedera serius pada salah satu mata akibat tertembak senjata airgun.
Insiden itu berlangsung sewaktu korban sedang menikmati liburan bersama rekan-rekannya di sebuah vila yang berlokasi di kawasan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu 26 September 2026.
Lantaran peristiwa tersebut, proyektil logam ditemukan menancap di dalam bola mata Pazwa.
Baca Juga:Modal Lolayitas Kader Hingga Diminati Generasi Muda, DPD PKS Garut Targetkan 2029 Menang PemiluHadiri Apel Akbar PKS Garut, Ahab Sihabudin Dorong Figur Muda dari PKS Jadi Pemimpin Mendatang
Fitri Setiwati, ibu dari korban, mengungkapkan bahwa anaknya sempat menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Korban awalnya berdalih bahwasanya luka pada mata tersebut disebabkan oleh benturan bola.
“Awalnya gak ngaku, tapi setelah diperiksa dokter ternyata ada benda asing berbentuk bulat, yang belakangan kami tahu itu peluru,” kata Fitri, Senin 5 Oktober 2026.
Fitri menambahkan, keberadaan benda asing berbahan logam di bola mata anaknya baru terkonfirmasi sewaktu tim medis melakukan pemindaian Rontgen.
Bahkan, guna menghindari kekeliruan hasil pemeriksaan, pihak medis sempat mengulang proses pemindaian.
“Dokter sampe alat scan nya diganti takut kotor, ternyata memang ada benda,” ungkapnya.
Kendati terus dicecar pertanyaan, korban mulanya tetap bertahan pada alibinya bahwa matanya terhantam bola. Baru sesudah disuruh beristirahat oleh dokter, korban berbisik mendekati sang ibu sembari meminta agar dilakukan visum.
“Dia nangis ke saya, memeluk saya, tapi dia enggak jawab bahwa dia kena tembakan,” tutur Fitri.
Baca Juga:Legislator Jabar Ahab Sihabudin Lakukan Sapa Warga Berbasis Budaya di GarutCari Tempat Gathering Beda di Garut? Yuk, Intip Area Back to Nature Anyar milik Hotel Harmoni!
Kebenaran baru terkuak setelah ayah korban datang ke rumah sakit dan mengajak putranya berbicara dari hati ke hati. Saat itulah korban berterus terang bahwa cederanya bukan disebabkan oleh bola, melainkan akibat tertembak oleh seorang kenalannya yang berinisial H.
Menurut penuturan Fitri, peristiwa itu terjadi saat anaknya tengah menghabiskan waktu liburan di vila kawasan Sukawening bersama rekan-rekan sekolahnya.
Merujuk pada kesaksian korban dan rekan-rekannya, terduga pelaku berinisial H mendatangi vila di tengah berlangsungnya acara mereka.
“Katanya anak saya habis renang, terus tiba-tiba datanglah inisial H itu,” kata dia.
Saksi mata menyampaikan kepada keluarga bahwa H kemudian melangkah ke lantai atas lalu membawa senjata. H sempat melepaskan tembakan ke arah bawah, hingga akhirnya mengarahkan moncong senjata tepat ke posisi korban.
