Dorong Ekonomi Lokal, Disparbud Garut Padukan Pelayanan Publik dan Bazar UMKM Lewat Pasar Kreatif

Gelaran Pasar Kreatif di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. (Istimewa)
Gelaran Pasar Kreatif di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Guna menggerakkan roda ekonomi daerah, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus konsisten menggelar Pasar Kreatif.

Pasalnya, program ini menyasar penguatan promosi kreasi dan produk unggulan lokal agar makin dikenal masyarakat luas.

“Konsepnya seperti ‘exhibition’ memamerkan produk-produk kreatif lokal dari beberpa subsektor ekraf mulai dari kuliner, kriya, fashion, dan seni pertunjukan,” kata Kepala Bidang Ekonomi Kreatif pada Disparbud Garut, Aulia Malik.

Baca Juga:Dewan Pendidikan Laporkan Rencana Rakornas, Garut Dipercaya Jadi Tuan RumahDua Kades Hasil PAW Dilantik, DPMD Garut Targetkan Desa Kosong Segera Miliki Kades Definitif

Ia menjelaskan, Pasar Kreatif merupakan pengembangan dari agenda tahunan Roadshow Pelayanan Terpadu, yang kini dipadukan dengan Bazar UMKM dan produk ekraf seperti di Bungbulang.

Menurutnya, Pasar Kreatif tahun lalu dikolaborasikan dengan agenda besar lain, salah satunya Festival Pedas Jalan-Jalan yang digelar di lima kecamatan.

“Rencananya berlanjut karena Pak Bupati ingin ada pergerakan dan aktivitas ekonomi sampai tingkat bawah, di mana ada pelayanan publik di situ harus ada UMKM juga, biar ekonomi lokalnya hidup,” katanya.

Menurut Aulia, program Pasar Kreatif hadir untuk mengenalkan produk ekraf Garut sekaligus menyediakan ruang promosi dan penjualan bagi para pelaku usaha.

Langkah tersebut diambil, kata dia, demi meningkatkan pendapatan pelaku ekraf lokal dan memperluas jangkauan produk ke pembeli potensial.

“Membangun jejaring dan kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif, komunitas, pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya,” ucap Aulia.

Ia memaparkan, program ini mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung produk ekraf lokal dengan memanfaatkan ruang publik sebagai wadah kreativitas dan transaksi ekonomi.

Baca Juga:Kebakaran Lahan Bambu Milik SMA YPI Pulosari Garut Berhasil Dipadamkan, Aset Rp350 Juta Berhasil DiselamatkanRumah Permanen di Sukagalih Garut Hangus Terbakar akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp50 Juta

Selain mengasah daya saing produk lokal dari segi kualitas dan kemasan, langkah ini diambil untuk menopang keberlanjutan ekosistem ekraf di Kabupaten Garut.

“Harapannya meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif serta memberikan kesempatan kepada pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pemasaran dan promosi produk lokal Kabupaten Garut,” tutupnya. (*)

0 Komentar