RADARGARUT– Mengawali perdagangan di awal pekan, kabar menggembirakan datang bagi para investor dan pemegang logam mulia.
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan tren positif dengan mengalami kenaikan harga pada perdagangan hari ini, Senin 5 Oktober 2026. Setelah sempat bergerak stagnan dan tidak menunjukkan perubahan signifikan pada periode perdagangan sebelumnya, harga logam mulia 24 karat ini kini kembali merangkak naik.
Berdasarkan pembaruan data resmi yang dirilis melalui situs Logam Mulia, harga emas Antam pecahan 1 gram mengalami kenaikan sebesar Rp6.000 per gram. Dengan lonjakan ini, emas yang sebelumnya dibanderol Rp2.574.000 per gram, kini resmi menguat dan bertengger di level Rp2.580.000 per gram.
Baca Juga:BMKG Prediksi Hujan Untuk Wilayah Garut Kota Hari InuDari Lampu Disko Hingga Pesta Narkoba, Libatkan Petugas Penjaga Sel
Penguatan harga ini mengindikasikan ketahanan pasar emas sebagai salah satu aset aman (safe haven) utama yang paling diminati masyarakat, terutama di tengah dinamika kondisi ekonomi global dan domestik yang masih fluktuatif.
Harga Buyback Turut Terkerek Naik
Kenaikan tidak hanya terjadi pada harga jual (selling price) emas Antam, tetapi juga merambat pada harga pembelian kembali (buyback). Pada perdagangan Senin pagi, harga buyback emas Antam tercatat ikut melonjak sebesar Rp6.000 per gram.
Posisinya naik dari angka Rp2.380.000 per gram menjadi Rp2.386.000 per gram. Sebagai informasi, harga buyback merupakan patokan atau acuan nominal yang didapatkan oleh pemilik emas apabila mereka memutuskan untuk menjual kembali emas batangan tersebut kepada pihak Antam.
Pergerakan yang secara kompak menguat baik pada harga jual maupun buyback menjadi indikator bahwa pasar emas di awal pekan ini berada dalam zona hijau. Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi mereka yang berencana mencairkan keuntungan (take profit) maupun kolektor yang ingin terus menambah porsi portofolio investasi emas fisik mereka.
Strategi Investasi di Tengah Tren Positif
Emas batangan Antam hingga kini tetap menjadi salah satu pilihan favorit bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga nilai kekayaan dari ancaman inflasi. Bagi investor jangka panjang, kenaikan harga emas yang konstan menjadi bukti nyata ketahanan logam mulia dalam jangka menengah hingga panjang.
