Tiga Siswa SMAN 1 Garut Angkat Akar Wangi ke Panggung Nasional, Raih Juara 1 Business Plan di UI

istimewa
Tiga Siswa SMAN 1 Garut Angkat Akar Wangi ke Panggung Nasional, Raih Juara 1 Business Plan di UI
0 Komentar

GARUT – Tiga pelajar SMAN 1 Garut berhasil membawa nama Kabupaten Garut ke tingkat nasional setelah meraih Juara 1 sekaligus penghargaan Most Favorite Business Plan dalam ajang 10th Adfest Business Plan Competition 2026 Universitas Indonesia (UI).

Ketiga pelajar tersebut yakni Ahkamil Rahman Asyatibi, Fardan Pratama, dan Salwa Nur Aminatul Fitri yang tergabung dalam Team SmansaJuara. Mereka berhasil menembus persaingan ratusan peserta tingkat SMA dari berbagai daerah di Indonesia hingga akhirnya masuk dalam lima besar finalis nasional.

Menariknya, gagasan yang dibawa SmansaJuara berangkat dari salah satu potensi khas Kabupaten Garut, yakni akar wangi. Melalui konsep bisnis bernama NUWANGI, ketiganya mengembangkan gagasan hilirisasi akar wangi menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari parfum, minyak atsiri, hingga kerajinan.

Baca Juga:Hadapi Keterbatasan Fiskal 2027, Bupati Garut Minta SKPD Jemput Peluang Anggaran PusatKelompok Bermain Al Buniyyah Banyuresmi Jalani Revitalisasi, UKS hingga Toilet Mulai Dibangun

Ahkamil Rahman Asyatibi mengatakan, pemilihan akar wangi bukan dilakukan tanpa alasan. Menurutnya, tim ingin membawa sesuatu yang benar-benar memiliki keterkaitan kuat dengan identitas daerah asal mereka.

“Kami ingin membawa sesuatu yang memang berasal dari Garut. Akar wangi sudah dikenal sebagai salah satu potensi daerah, tetapi kami melihat masih banyak peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Ahkamil.

Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan potensi Garut kepada peserta dan juri dari berbagai daerah.

“Bagi kami, ini bukan hanya soal lomba. Kami juga ingin menunjukkan bahwa potensi lokal Garut bisa diolah menjadi gagasan bisnis yang modern dan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh,” katanya.

Sementara itu, Fardan Pratama mengatakan proses menyusun business plan menjadi pengalaman tersendiri bagi tim karena mereka harus memikirkan konsep usaha secara lebih menyeluruh.

Mulai dari pengembangan produk, penentuan pasar, strategi pemasaran, hingga model bisnis harus disiapkan sebelum dipresentasikan di hadapan dewan juri.

“Awalnya kami memang mengangkat akar wangi sebagai potensi lokal, tapi setelah masuk ke proses penyusunan business plan, kami harus benar-benar memikirkan bagaimana produk ini bisa diterima pasar dan bagaimana bisnisnya bisa berjalan,” ujar Fardan.

0 Komentar