RADARGARUT– Badan Gizi Nasional (BGN) bersiap membuka babak baru dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai pekan depan, masyarakat, khususnya para orang tua siswa, akan bisa memantau langsung menu makanan yang disajikan kepada anak-anak mereka melalui sistem online yang sedang disiapkan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas program unggulan pemerintah tersebut.Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan rencana tersebut dalam konferensi pers pada Senin, 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa sistem pengawasan publik ini dirancang agar siapa pun dapat mengawal kualitas menu MBG yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga:Kebakaran di Garut Melonjak Tajam: Juli 2026 Catat Rekor 74 Insiden, Satu Hari 10 KejadianPersib Siap Tampil di Piala Presiden 2026: Persaingan Rebut Tiket Semifinal
“Kami akan umumkan di momen berikutnya bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagi ini. Kami harapkan minggu depan sudah bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa,” ujar Sudaryono.
Melalui platform yang sedang dikembangkan, orang tua dapat memeriksa sekolah tempat anaknya belajar, daftar menu yang disajikan, SPPG yang bertanggung jawab, hingga nama Kepala SPPG terkait. Tidak hanya itu, informasi kandungan gizi pada setiap menu juga akan tersedia.
“Jadi, pihak terkait atau stakeholder bisa mendapatkan informasi itu, termasuk kandungan gizi di menu itu. Orang tua siswa, guru, kepala sekolah, kepala daerah, dan dinas-dinas bisa mengakses informasi ini,” tambahnya.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa makanan yang diterima anak-anak benar-benar bergizi, aman, dan sesuai standar. Program MBG selama ini menjadi perhatian publik, terutama terkait kualitas dan tata kelola dapur-dapur SPPG di berbagai daerah.
Dengan sistem online, pengawasan tidak lagi hanya bergantung pada inspeksi internal, melainkan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Selain membuka akses pengawasan menu, BGN juga berencana meningkatkan transparansi di situs resmi mereka.
Tampilan website akan diperbarui agar menampilkan data jumlah SPPG yang beroperasi di setiap kecamatan dan kabupaten/kota, beserta jumlah penerima manfaatnya. Sudaryono meminta waktu beberapa hari untuk menyempurnakan sistem tersebut.
Baca Juga:Manfaat Bangun Pagi: Rahasia Produktivitas, Kesehatan, dan Ketenangan MentalPrakiraan Cuaca Kabupaten Garut Hari Ini, Senin 27 Juli 2026: Berawan dengan Suhu 14–28°C
“Kasih saya waktu beberapa hari ini untuk kami perbaiki, sehingga bapak Ibu semua mungkin tidak perlu kemudian bertanya secara manual, tapi by system bisa kami perbaiki,” tegasnya.
