Stok Darah Garut Aman, PMI Tetap Waspadai Kekurangan Trombosit Saat Kasus DBD Meningkat

Kegiatan donor darah yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Tarogong Kidul
Kegiatan donor darah yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Tarogong Kidul. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Garut saat ini berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit. Namun, PMI mengakui ketersediaan komponen darah berupa trombosit masih menjadi tantangan, terutama ketika terjadi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ketua PMI Kabupaten Garut, Helmi Budiman, mengatakan stok Packed Red Cell (PRC) atau sel darah merah relatif mencukupi dengan rata-rata kebutuhan sekitar 2.600 kantong setiap bulan. Sementara itu, kemampuan penyediaan trombosit baru mencapai sekitar 60 persen dari kebutuhan.

“Untuk PRC kondisi stok cukup baik. Yang masih menjadi tantangan adalah trombosit karena kebutuhannya cukup tinggi, terutama saat kasus DBD meningkat,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga:Poliklinik Lapas Garut Raih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan20 Pengedar Narkoba di Garut Ditangkap dalam Kurun Waktu Dua Bulan

Menurut Helmi, pengolahan trombosit membutuhkan peralatan yang lebih lengkap sehingga ketika stok di Garut tidak mencukupi, PMI masih harus berkoordinasi dengan PMI Kota Bandung.

“Kalau ada kebutuhan trombosit yang tidak bisa dipenuhi di Garut, biasanya kami harus mengambil ke Bandung. Namun di sana juga sering harus antre karena daerah lain juga membutuhkan,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi stok darah di Garut bersifat fluktuatif. Pada waktu-waktu tertentu, seperti bulan Ramadan dan Idulfitri, jumlah pendonor biasanya menurun sehingga PMI terkadang masih membutuhkan donor pengganti apabila terjadi kekurangan pada golongan darah tertentu.

“Sekarang kondisinya normal, antara kebutuhan dan jumlah pendonor relatif seimbang. Tapi ada kalanya salah satu golongan darah habis sementara golongan lain masih banyak, sehingga donor pengganti tetap diperlukan,” ungkapnya.

Helmi menyebut, PMI Garut terus mengubah strategi penghimpunan donor darah dengan memperluas jangkauan hingga tingkat desa, tidak lagi hanya berpusat di kecamatan.

“Kalau masyarakat harus datang ke kecamatan, bagi sebagian orang terlalu jauh. Sekarang kami lebih banyak menggelar donor darah berbasis desa agar lebih mudah dijangkau masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, PMI juga rutin bekerja sama dengan perusahaan, hotel, komunitas, alumni sekolah, TNI, Polri, hingga Pemerintah Daerah dalam menggelar kegiatan donor darah secara berkala.

Baca Juga:Polsek Leles Gandeng Leles Lestari Foundation, Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Budidaya JagungTerbuai Janji Pria Facebook, Rumah Janda di Garut Telanjur Dirobohkan

Meski demikian, Helmi mengungkapkan jumlah pendonor rutin di Garut masih relatif kecil dibandingkan potensi yang ada. Dari sekitar tiga juta penduduk, baru sekitar 30 ribu hingga 50 ribu orang yang aktif mendonorkan darah secara rutin.

0 Komentar