Peluang Pasar Terbuka, Petani Garut Diajak Kembangkan Ubi Cilembu

Lahan untuk Budidaya Ubi Cilembu, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Garut. (Feri/Radar Garut)
Lahan untuk Budidaya Ubi Cilembu, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Garut. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Ubi Cilembu yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sumedang mulai dilirik untuk dikembangkan di Kabupaten Garut. Kondisi lahan yang dinilai sesuai serta tingginya permintaan pasar menjadi alasan pelaku usaha mendorong petani Garut membudidayakan komoditas tersebut dalam skala lebih luas.

Ajakan itu disampaikan Ismail, pengusaha yang bergerak dalam penampungan hasil pertanian. Ia melihat Kabupaten Garut memiliki potensi lahan yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ubi Cilembu dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar.

Menurut Ismail, pengembangan komoditas tersebut dapat menjadi salah satu pilihan usaha bagi petani. Selain memiliki pasar di dalam negeri, permintaan ubi Cilembu dari luar negeri juga disebut terus tumbuh.

Baca Juga:Populasi Domba Garut Capai 600 Ribu Ekor, Produksi Daging Disebut SurplusDinsos Garut Cari Penanganan Berkelanjutan untuk Mila, Peran Keluarga Dinilai Penting

Namun, kapasitas produksi yang tersedia hingga kini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar ekspor. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha berupaya memperluas wilayah kemitraan dengan menggandeng petani dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Garut.

Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, pihak perusahaan akan memberikan benih secara gratis kepada petani. Setelah memasuki masa panen, seluruh hasil produksi akan dibeli sesuai dengan kualitas atau klasifikasi produk yang dihasilkan.

Ismail memastikan pihaknya siap menerima hasil panen dalam jumlah besar. Harga pembelian nantinya akan ditentukan berdasarkan kualitas setiap ubi.

“Mau berapa ton pun hasilnya kita siap akan tampung. Harga disesuaikan dengan grade a grade b dan grade C,” ujarnya, kemarin.

Adanya jaminan penyerapan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar kepada petani. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapat kemudahan dalam memperoleh benih, tetapi juga memiliki calon pembeli ketika tanaman sudah dipanen.

Pola kemitraan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran petani mengenai pemasaran produk. Selama ini, kepastian pembeli menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum petani memutuskan menanam komoditas baru dalam jumlah besar.

Rencana pengembangan ubi Cilembu mendapat sambutan positif dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekarsari, Kecamatan Bayongbong. Pengawas BUMDes Mekarsari, Haji Aceng Iban, menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan penampung.

0 Komentar