GARUT – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan mengunjungi Eti Rohaeti, seorang lansia penderita stroke yang tinggal seorang diri di Kampung Pasir, RT 05 RW 03, Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, kemarin.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama tenaga kesehatan Puskesmas Samarang yang dipimpin dr. Dian serta aparatur Pemerintah Desa Cintakarya.
Dalam kesempatan itu, Yudha menyerahkan paket sembako, kebutuhan pangan, dan uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Eti.
Baca Juga:Hingga Juni 2026, Damkar Garut Tangani 128 Kasus Kebakaran dan Ribuan Non KebakaranSekda Garut Ungkap Alasan KDKMP Belum Berjalan Meski Bangunan Sudah Berdiri Kokoh
“Saat kami datang bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Samarang, kondisi Ibu Eti sangat memprihatinkan. Beliau seorang janda tua, suaminya telah lama meninggal dunia, dan kini tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya,” ujar Yudha.
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, Eti diketahui mengalami hipertensi dan kadar gula darah rendah. Kondisinya memerlukan pemeriksaan lanjutan agar mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai.
Stroke yang dideritanya membuat Eti tidak dapat berjalan dan kesulitan berkomunikasi. Ia juga membutuhkan bantuan untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
“Ibu Eti tidak bisa berjalan dan sulit berkomunikasi dengan baik akibat stroke yang dideritanya. Rumah yang ditempatinya pun sangat tidak layak huni. Beliau hidup seorang diri dan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” ungkap Yudha.
Menurut Yudha, Eti tercatat berada dalam Desil 7 pada data kesejahteraan sosial sehingga tidak termasuk penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat. Padahal, kondisi kesehatan dan tempat tinggalnya dinilai membutuhkan perhatian.
Eti masih memiliki saudara, tetapi adiknya telah berkeluarga dan tinggal di desa lain sehingga tidak dapat memberikan pendampingan setiap saat.
Yudha berharap Dinas Sosial Kabupaten Garut segera melakukan asesmen untuk menentukan bentuk penanganan yang tepat. Salah satu pilihan yang diusulkan ialah menempatkan Eti di panti sosial milik Kementerian Sosial atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga:Garut Plaza Sepi Pengunjung, Pemkab Andalkan Berbagai Kegiatan untuk Tarik KonsumenPemkab Garut Siapkan Program Orang Tua Asuh untuk Tekan Angka Putus Sekolah
“Yang terbaik bagi Ibu Eti adalah mendapatkan pelayanan kesejahteraan sosial dari negara. Jika keluarga besar mengizinkan, beliau bisa direkomendasikan untuk tinggal di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Di sana tersedia layanan kesehatan, pekerja sosial, serta fasilitas yang layak dan nyaman untuk lansia,” katanya.
