GARUT – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut mencatat sebanyak 128 kejadian kebakaran hingga awal Juni 2026.
Selain itu, damkar juga menangani sekitar 1.080 laporan non kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan penanganan nonkebakaran meliputi berbagai jenis layanan, seperti evakuasi ular, tawon, dan kucing, hingga membantu warga melepaskan cincin yang tersangkut di jari.
“Yang nonkebakaran ada animal rescue, misalnya penanganan ular, tawon, kucing, penanganan cincin yang terjepit, dan berbagai kejadian lainnya,” ujar Eko, Senin, 29 Juni 2026.
Baca Juga:Garut Plaza Sepi Pengunjung, Pemkab Andalkan Berbagai Kegiatan untuk Tarik KonsumenPemkab Garut Siapkan Program Orang Tua Asuh untuk Tekan Angka Putus Sekolah
Menurutnya, kejadian kebakaran tersebut terjadi secara menyebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Garut
“Itu tersebar , jadi kejadiannya menyebar se kabupaten Garut, misalnya di selatan banyak kebakaran lahan tapi ada yang tidak tertangani karena memang tidak ada laporan contohnya di desa desa atau pelosok yang memang mobil damkar tidak bisa masuk,” imbuhnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan personel, Damkar Garut terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Eko mengungkapkan bahwa kekurangan personel saat ini telah dibantu oleh 21 pegawai dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ditugaskan khusus di Damkar, serta melibatkan relawan seperti Red Guard.
“Kalau personel memang kita masih kurang, tetapi terus kami penuhi dengan bantuan dari SKPD lain sebanyak 21 orang, ditambah relawan Red Guard yang kami libatkan untuk membantu,” ungkapnya.
Selain personel, Damkar Garut juga masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, terutama peralatan penyelamatan (rescue) yang belum sepenuhnya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Meski begitu, Damkar Garut berhasil meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Barat atas capaian SPM dengan predikat tuntas dan paripurna.
Baca Juga:Janji Politik Syakur-Putri Rp2 Juta Per KK Segera Terealisasi, Dinsos Garut Lakukan Verifikasi DataKolaborasi IPB dan Unit Pakan Mandiri Leles Lestari Hadirkan Pakan Fermentasi Efisien dan Kaya Nutrisi
Ia menjelaskan, penghargaan tersebut bukan berarti seluruh kebutuhan alat dan personel telah terpenuhi 100 persen, melainkan karena setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti hingga selesai.
“Kemarin kita mendapatkan penghargaan dari gubernur, SPM tuntas dan paripurna. Bukan karena alat dan personel sudah 100 persen, tetapi karena setiap pengaduan dan laporan yang masuk kami tindak lanjuti hingga tuntas,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam penanganan animal rescue, petugas selalu mengedepankan penyelamatan hewan tanpa harus membunuhnya.
