Terkendala Lahan, Pelaksanaan Sekolah Rakyat Garut Masih Sementara di BLK Samarang

Sekolah Rakyat
Bangunan Sekolah Rakyat
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut masih menghadapi kendala penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Akibatnya, sebanyak 75 siswa asal Garut sebelumnya harus mengikuti kegiatan pendidikan di Kabupaten Sumedang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, mengatakan kegiatan Sekolah Rakyat di Garut saat ini masih dilaksanakan sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarang.

“Iya, sementara memang sampai nanti kita mempunyai bangunan baru berupa Sekolah Rakyat untuk seribu siswa, terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMA,” kata Marlinda.

Baca Juga:Garut Plaza Sepi Pengunjung, Pemkab Andalkan Berbagai Kegiatan untuk Tarik KonsumenPemkab Garut Siapkan Program Orang Tua Asuh untuk Tekan Angka Putus Sekolah

Menurut Marlinda, keterbatasan lahan menjadi hambatan utama pembangunan fasilitas permanen. Meski demikian, Kabupaten Garut telah mendapat peluang pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai terealisasi pada awal 2027.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Kabupaten Sumedang hanya menyediakan kuota bagi 30 siswa asal Garut. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya karena tingginya permintaan dari daerah lain yang belum mempunyai fasilitas Sekolah Rakyat.

“Kenapa? Karena banyak daerah yang ingin menambah jumlah siswa, tetapi tempatnya di kabupaten atau kota masing-masing belum tersedia, seperti Garut,” tegasnya.

Marlinda menjelaskan, kuota siswa baru asal Garut didominasi jenjang SMP. Sementara itu, terdapat pula tujuh siswa dari tingkat SD.

“Siswa baru 30 orang. Sekarang masuk SMP, sedangkan siswa SD kalau tidak salah ada tujuh orang. Karena sekarang ada yang lulus dari SD lalu melanjutkan ke SMP, jadi tujuh orang masuk,” pungkasnya. (*)

0 Komentar