RADARGARUT– Masyarakat pesisir Kabupaten Garut bersiap menyambut acara budaya bertajuk Tasyakur Nelayan Santolo 2026 dengan tema “Ngarumat Sagara, Ngamumule Budaya Basisir Santolo” (Menjaga Laut, Melestarikan Budaya Pesisir Santolo).
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026 di Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Acara yang mengusung semangat “Satu Laut, Satu Budaya, Satu Santolo” ini digagas sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dari laut sekaligus upaya melestarikan warisan budaya pesisir.
Baca Juga:Rombak Target Prioritas MBG: BGN Umumkan 4 Kelompok Target Prioritas Penerima MBGKabar Baik! Harga Emas dan Perak Akhirnya Bangkit Kembali
Berbagai kegiatan akan memeriahkan hari tersebut, antara lain gelar budaya, lomba hias perahu, larung sajen, pengobatan gratis, istigosah berjamaah, santunan yatim piatu, serta pagelaran wayang golek.
Puncak acara melibatkan Giri Harja 3 Putra yang dipimpin oleh Ki Dalang Yogaswara Sunandar. Sejumlah tokoh dan seniman lokal turut terlibat.
Ketua Panitia menyampaikan bahwa Tasyakur Nelayan Santolo bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga, menjaga nilai-nilai budaya, dan meningkatkan kearifan lokal masyarakat pesisir.
“Kami mengajak seluruh warga dan masyarakat Garut untuk hadir dan merayakan rasa syukur bersama,” ujar panitia dalam keterangan resminya.
Rangkaian Acara Tasyakur Nelayan Santolo 2026
- Gelar Budaya dan pentas seni tradisional
- Lomba Hias Perahu
- Larung Sajen
- Pengobatan Gratis
- Istigosah Berjamaah dan santunan yatim
- Pagelaran Wayang Golek oleh Giri Harja 3 Putra
Acara akan berlangsung di Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, mulai pagi hingga sore hari. Panitia menghimbau masyarakat yang hadir untuk menjaga kebersihan pantai dan mematuhi protokol yang berlaku.
Makna di Balik Acara
Tasyakur Nelayan Santolo 2026 menjadi bentuk nyata komitmen masyarakat pesisir Garut dalam menjaga kelestarian laut dan budaya lokal.
Di tengah tantangan modernisasi dan perubahan iklim, acara seperti ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung perekonomian berbasis wisata bahari dan perikanan.
Baca Juga:Nyanéut Festival 2026 Siap Digelar di Garut: Festival Minum Teh Terpopuler di Indonesia yang Padukan Tradisi dPrabowo Sebut Tak Ada Uang Untuk Gaji Guru, Sementara MBG dan KDMP Terus Makan Anggaran Triliunan
Bagi Anda yang berada di Garut dan sekitarnya, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung perpaduan syukur, seni, dan kebersamaan di salah satu pantai ikonik Kabupaten Garut ini.(*)
