DEN Minta Pengembangan Panas Bumi di Garut Dipercepat

istimewa
Kunjungan kerja Dewan Energi Nasional (DEN) ke Kabupaten Garut dalam rangka pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Garut terkait pengembangan potensi panas bumi.(ist)
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dewan Energi Nasional (DEN) membahas percepatan pengembangan potensi panas bumi sebagai sumber energi bersih dan terbarukan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Garut, serta sejumlah pengembang energi, termasuk PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan panas bumi menjadi salah satu potensi unggulan daerah yang perlu terus dikembangkan.

Baca Juga:Pasar Lawang Godog Belum Masuk Prioritas Penataan, Disperindag ESDM Garut Fokus Kawasan PerkotaanPatroli Jam Malam di Garut Mulai Diperketat, Soroti Anak Dibawah Umur Keluyuran

Selain memperkuat ketersediaan listrik, pemanfaatan energi tersebut dinilai dapat mendukung penggunaan energi bersih dan terbarukan.

“Alhamdulillah suasananya sangat cair dan sangat mendukung untuk pencapaian yang produktif. Terima kasih kepada semua pihak yang terus berkomitmen dan bersinergi,” ujar Bupati Garut.

Anggota DEN, Mohammad Fadhil Hasan, menjelaskan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah untuk mempercepat optimalisasi sumber daya panas bumi yang dimiliki Garut.

Ia menyebutkan, kapasitas pembangkit panas bumi yang tersedia saat ini telah melampaui kebutuhan listrik masyarakat Garut.

“126 MW. Itu listrik yang dibutuhkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat Garut, tapi kapasitas terpasang PLTP itu 270 MW. Artinya sudah terpenuhi secara utuh dan Kabupaten Garut berhak mendapatkan award (penghargaan) sebagai daerah dengan elektrifikasi 100% listrik hijau,” jelas Fadhil.

Menurut Fadhil, pengembangan panas bumi di Garut akan dilakukan secara bertahap. Untuk jangka pendek, Star Energy Geothermal tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi.

Sedangkan dalam jangka menengah, PT PGE melakukan penjajakan ekspansi dan penambahan kapasitas secara bertahap.

Baca Juga:Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih Pimpin PWI Jabar 2026–2031, Oland Sibarani Kembali Nahkodai Dewan KehormatanPersigar Berpeluang Tembus Liga 3 Nusantara

“Kita juga meminta dukungan dari semua pihak agar bisa mempercepat proses ini,” tambahnya.

Ia berharap pemanfaatan panas bumi ke depan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan listrik.

Pengembangannya juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap pembangunan daerah, mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, hingga mendukung ketersediaan energi untuk modernisasi sektor pertanian masyarakat Garut.(*)

0 Komentar