PAD Garut Tembus 50 Persen, Bapenda Bidik Capaian di Atas 90 Persen

Radar Garut
Ridzky menjelaskan, capaian BPHTB sangat bergantung pada aktivitas transaksi jual beli tanah dan bangunan sehingga relatif sulit diprediksi
0 Komentar

GARUT – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Juli 2026 telah mencapai lebih dari 50 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Bapenda Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdin, mengatakan capaian tersebut masih sesuai dengan rencana dan menunjukkan tren yang cukup baik dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Ridzky, sejumlah sektor pajak menjadi penyumbang cukup besar terhadap PAD Kabupaten Garut, terutama pajak hotel dan restoran. Selain itu, penerimaan dari pajak air tanah serta sejumlah jenis retribusi juga menunjukkan capaian yang positif.

Baca Juga:Nikmati Perjalanan Merdeka Dengan Diskon Istimewa dari Daop 2 BandungDEN Minta Pengembangan Panas Bumi di Garut Dipercepat

“Pajak hotel bagus, pajak restoran bagus. Pajak air tanah juga bagus, beberapa retribusi juga ada yang bagus,” ujar Ridzky.

Meski demikian, masih terdapat beberapa jenis penerimaan yang realisasinya belum sesuai harapan. Salah satunya adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB.

Ridzky menjelaskan, capaian BPHTB sangat bergantung pada aktivitas transaksi jual beli tanah dan bangunan sehingga relatif sulit diprediksi.

Kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil juga turut memengaruhi aktivitas transaksi properti.

“Apalagi situasi ekonomi sekarang sedang sulit. Stok rumah ada, tetapi pembelinya belum tentu banyak,” katanya.

Dibandingkan tahun sebelumnya, capaian PAD hingga Juli 2026 disebut mengalami peningkatan. Bapenda pun masih optimistis realisasi PAD hingga akhir tahun dapat melampaui 90 persen dari target.

“Meningkat. Kita masih punya optimisme sampai akhir tahun PAD bisa di atas 90 persen,” ungkapnya.

Baca Juga:Pasar Lawang Godog Belum Masuk Prioritas Penataan, Disperindag ESDM Garut Fokus Kawasan PerkotaanPatroli Jam Malam di Garut Mulai Diperketat, Soroti Anak Dibawah Umur Keluyuran

Terkait potensi pendapatan yang belum tergali akibat tingkat kepatuhan wajib pajak, Ridzky menyebut besarannya sulit dihitung secara pasti. Tingkat kepatuhan wajib pajak, menurutnya, bersifat fluktuatif dan dapat berubah dari waktu ke waktu.

Karena itu, Bapenda terus melakukan berbagai upaya untuk menggali potensi pendapatan sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui edukasi dan sosialisasi.

“Ini yang terus kita gali, termasuk meningkatkan kepatuhan pajak. Kepada setiap wajib pajak kita lakukan edukasi dan sosialisasi,” jelasnya.

Ridzky mengakui tingkat kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Garut masih bervariasi. Ada wajib pajak yang tingkat kepatuhannya sudah baik, namun masih terdapat pula yang perlu terus didorong.

0 Komentar