GARUT – Akses layanan kesehatan ibu dan anak terus diperluas melalui kolaborasi antara Alfamart dan PT Nestlé Indonesia. Melalui program Alfamart Sahabat Posyandu, kedua pihak menargetkan sebanyak 2.800 ibu dan anak memperoleh layanan kesehatan dan edukasi sepanjang Juni 2026.
Program yang telah berjalan sejak awal 2023 itu digelar di 28 lokasi di berbagai daerah dengan melibatkan dinas kesehatan serta kader posyandu setempat. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga edukasi mengenai gizi dan pola pengasuhan anak untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Salah satu kegiatan berlangsung di gerai Alfamart Ciateul Suherman, Kabupaten Garut, Jumat (19/6). Sejak pagi, puluhan ibu bersama balitanya memadati lokasi untuk mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan penyuluhan terkait pemantauan tumbuh kembang anak.
Baca Juga:Safari Literasi di Sumedang Tekankan Pentingnya Sinergi Pentahelix Hadapi Tantangan Era DigitalMenjaga Dapur Tetap Ngepul: Mengapa Audit BGN Tak Harus Mengorbankan Makan Bergizi Gratis?
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, Alfamart bersama PT Nestlé Indonesia juga membagikan paket bingkisan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai diikuti.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya mengatakan bahwa jaringan gerai Alfamart yang tersebar di berbagai wilayah diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan dasar tanpa harus pergi jauh.
“Melalui pemanfaatan gerai Alfamart yang berada dekat dengan lingkungan masyarakat, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh ibu dan anak. Program ini juga menjadi sarana edukasi agar orang tua semakin memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala,” ujar Rani.
Menurutnya, program tersebut akan terus dilaksanakan secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Setiap bulan program ini terus berjalan dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi kesehatan anak, tetapi juga peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi yang seimbang,” lanjutnya.
Dalam setiap pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai layanan, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan anak, imunisasi sesuai jadwal, pemberian makanan tambahan, hingga penyuluhan kesehatan dan gizi yang disampaikan oleh tenaga kesehatan serta kader posyandu.
Rani menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan berbasis komunitas masih sangat besar.
