Isu gaji guru ini bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, para guru sering menyuarakan tuntutan kesejahteraan yang lebih baik. Guru honorer dan guru di sekolah negeri di pelosok negeri kerap menghadapi beban kerja berat dengan remunerasi yang relatif rendah.
Hal ini berdampak pada kualitas pendidikan secara keseluruhan, karena motivasi dan kesejahteraan guru sangat memengaruhi proses belajar-mengajar.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo mengklaim sedang berupaya keras menutup kebocoran anggaran dan meningkatkan penerimaan negara.
Baca Juga:Sejumlah Relawan SPPG Akui Tercekik Masalah Ekonomi Akibat Pemberhentian Sementara MBGPelaku Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan Taufik Hidayat Ditangkap di Majalaya
Namun, kritik seperti yang dilontarkan Rocky Gerung menunjukkan bahwa masyarakat mengharapkan transparansi yang lebih tinggi serta realokasi anggaran yang lebih berpihak pada sektor pendidikan.
Ke depan, diharapkan pemerintah dapat menemukan solusi yang lebih konkrit, seperti reformasi pajak, pemberantasan korupsi yang lebih tegas, dan efisiensi belanja negara agar dana yang ada dapat dialokasikan secara lebih merata, termasuk untuk meningkatkan kesejahteraan para guru.
Polemik ini setidaknya menjadi pengingat bahwa investasi pada pendidikan, khususnya kesejahteraan guru, adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Tanpa guru yang sejahtera, sulit mewujudkan generasi emas Indonesia yang berkualitas.(*)
