Dinkes Garut Imbau Masyarakat Waspadai ISPA di Musim Kemarau

Kadinkes Garut, Leli Yuliani
Kadinkes Garut, Leli Yuliani
0 Komentar

GARUT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang saat ini mulai menunjukkan tren peningkatan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan bahwa perubahan cuaca yang terjadi selama musim kemarau menjadi salah satu faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan pada masyarakat. Perbedaan suhu yang cukup ekstrem antara pagi, siang, dan malam hari dinilai berpengaruh terhadap kondisi daya tahan tubuh.

“Untuk menghadapi musim kemarau ini memang kita harus waspada karena sekarang mulai adanya peningkatan kasus-kasus infeksi saluran pernapasan. Cuaca pagi hari dingin, kemudian siang hingga malam terasa panas, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati,” kata Leli.

Baca Juga:Seluruh Desa di Garut Telah Terima Dana Desa Tahap I, DPMD Siapkan Penyaluran Tahap IIKloter 22 Jemaah Haji Asal Garut Tiba di Tanah Air, Seluruh Jemaah Dipastikan Sehat

Menurut leli, masyarakat yang sedang mengalami gejala flu atau gangguan saluran pernapasan lainnya diharapkan menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

“Kalau masyarakat yang sedang sakit flu, tolong menjaga jarak dengan orang lain, memakai masker, serta sering mencuci tangan agar tidak menularkan penyakit,” katanya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang masih dalam kondisi sehat, Leli mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

“Untuk yang belum terkena, harus banyak minum air putih, memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran, serta istirahat yang cukup,” tambahnya.

Selain menjaga pola hidup sehat, masyarakat juga disarankan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala flu guna meminimalkan risiko penularan penyakit.

Di sisi lain, Leli juga mengingatkan bahwa penyakit diare tetap berpotensi terjadi pada musim kemarau, meskipun kasusnya lebih sering ditemukan saat musim penghujan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan makanan, minuman, serta lingkungan sekitar.

“Kalau diare itu bisa saja terjadi pada musim kemarau, tetapi memang lebih banyak ditemukan pada musim penghujan,” pungkasnya. (*)

0 Komentar