Atlet Profesional Mengaku Tidak Diperhatikan, Dispora Sebut Memang Belum Ada Programnya

Radar Garut
Kadispora Garut, Asep Mulyana
0 Komentar

GARUT – Pesepak bola muda asal Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Ardi Ramdani mengaku kecewa karena merasa belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah meski berhasil menorehkan prestasi di level sepak bola profesional nasional.

Ardi yang saat ini menjadi pemain andalan sekaligus kapten Adhyaksa FC menilai belum ada bentuk apresiasi khusus dari Pemerintah Kabupaten Garut terhadap atlet profesional yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah sepak bola nasional.

“Jujur saya sebagai atlet Garut tidak merasa sama sekali adanya perhatian khusus dari pihak pemerintah,” ujar Ardi belum lama ini.

Baca Juga:Seluruh Desa di Garut Telah Terima Dana Desa Tahap I, DPMD Siapkan Penyaluran Tahap IIKloter 22 Jemaah Haji Asal Garut Tiba di Tanah Air, Seluruh Jemaah Dipastikan Sehat

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, membenarkan bahwa hingga saat ini belum terdapat program penghargaan atau kadedeuh khusus bagi atlet profesional, termasuk pemain sepak bola yang berkarier di kompetisi nasional.

Menurut Asep, pemerintah daerah saat ini masih memprioritaskan pemberian penghargaan kepada atlet-atlet yang secara langsung mewakili Kabupaten Garut dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.

“Belum ada, karena kami pun masih memikirkan untuk atlet-atlet yang memang bisa mengharumkan nama baik Kabupaten Garut,” kata Asep.

Ia menjelaskan, perhatian dan penghargaan dari pemerintah daerah selama ini lebih difokuskan kepada atlet yang berlaga di ajang Porprov dan berhasil meraih prestasi untuk Kabupaten Garut.

“Tapi ini lebih dulu ke atlet yang ikut Porprov. Kalau atlet seperti pemain sepak bola tadi belum, karena mereka masuk kategori atlet profesional,” ujarnya.

Asep menambahkan, bentuk penghargaan yang diberikan kepada atlet berprestasi di ajang Porprov berupa kadedeuh yang besarannya disesuaikan dengan perolehan medali.

“Kalau Porprov ada. Yang mendapat medali emas misalnya mendapatkan kadedeuh sekitar Rp50 juta, medali perak Rp30 juta, dan medali perunggu Rp10 juta. Tapi kalau untuk atlet profesional seperti pemain liga memang belum ada,” pungkasnya. (*)

0 Komentar