GARUT – Dinas Sosial Kabupaten Garut terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan penanganan terhadap penyintas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Atas upaya tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Garut berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 1 penanganan ODGJ terbaik tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Garut, Asep Nugraha, mengatakan sepanjang tahun 2025 pihaknya telah menangani ratusan PPKS, termasuk ODGJ terlantar.
Baca Juga:Kandang Ayam Ludes Terbakar di Selaawi Garut, Kerugian Capai Rp200 juta,Si Jago Merah Lahap Kandang Ayam di Pasirwangi Garut, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
“Untuk 2026 sampai sekarang itu berjumlah 77 orang, itu untuk keseluruhan penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang telah dikelola oleh Kabupaten Garut,” ujarnya.
Menurut Asep, kategori PPKS yang ditangani Dinsos Garut meliputi disabilitas terlantar, anak terlantar, lansia terlantar, gelandangan dan pengemis, hingga anak jalanan.
Sementara itu, untuk penyintas ODGJ yang saat ini berada di rumah singgah Dinsos Garut tercatat sekitar tiga hingga empat orang.
“Kalau yang di rumah singgah sekarang ada sekitar 3 atau 4 orang. Jadi dipastikan dulu kan itu bahwa benar-benar ODGJ yang benar-benar terlantar gitu,” sebutnya.
Ia menjelaskan, Dinsos Garut juga membantu pengurusan BPJS bagi ODGJ yang belum memiliki jaminan kesehatan, khususnya melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Kalau yang ada keluarganya mah kan nanti tinggal kita berkoordinasi dengan pihak keluarga. Misal pihak keluarganya si OGDJ ini tidak punya BPJS, dibantu BPJS-nya dari sini yang PBI gitu kan,” ucapnya.
Karena Kabupaten Garut belum memiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ), proses penanganan pasien ODGJ biasanya dilakukan dengan pendampingan menuju RSJ di luar daerah.
Baca Juga:Indeks Pendidikan Garut Anjlok, DPRD Minta Disdik Segera PerbaikiSPT 42 Calon Korwil Belum Jelas, Fagar Garut Ingatkan Bahaya Spekulasi di Dunia Pendidikan
Dalam proses tersebut, Dinsos Garut juga berkoordinasi dengan aparat desa dan pihak keluarga untuk membantu administrasi serta pendampingan pasien.
Selain itu, bagi ODGJ yang tidak memiliki keluarga, Dinsos Garut akan membantu proses penempatan ke panti sosial yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Kalau misalnya keluarganya tidak ada harus dititipkan di Panti, panti ODGJ, ya ini kan bisa diurus juga ke Panti tersebut yang biasa bekerja sama dengan Dinsos Garut gitu kan,” pungkasnya. (*)
