Jelang Festival Layangan Internasional, Akses dan Tempat Parkir Masih jadi Soal

(Istimewa)
Festival Layang-layang Dunia digelar di Cisurupan Garut (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut terus mematangkan persiapan pelaksanaan Garut International Kite Festival (GIKF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli hingga 3 Agustus 2026 mendatang.

Event layang-layang bertaraf internasional tersebut rencananya akan digelar di kawasan Agro Wisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Ketua PHRI Kabupaten Garut sekaligus Ketua Pelaksana GIKF 2026, Ato Hermanto mengatakan bahwa persiapan teknis kegiatan sejauh ini mendapat respons positif dari Presiden Kite Festival Indonesia yang bahkan direncanakan akan turun langsung meninjau lokasi kegiatan.

Baca Juga:Garut Duduki Peringkat Dua dan Tiga Tertinggi AKB-AKI Di Jabar, Dinkes Perkuat Strategi PenangananLupa Matikan Kompor Picu Tempat Usaha Terbakar Di Garut Kota, Kerugian Capai Rp40 Juta

Selain peserta lokal dari berbagai daerah di Indonesia, festival tersebut juga dipastikan akan diikuti peserta mancanegara.

“Dan juga pesertanya dari negara itu udah 14 negara yang siap untuk hadir di Garut, termasuk nanti ada peserta lokal 6 provinsi,” ujar Ato, Senin (8/6/2026).

Meski demikian, Ato mengakui masih terdapat sejumlah hal teknis yang perlu dipersiapkan secara matang, terutama terkait akses kendaraan menuju lokasi acara hingga kesiapan area parkir.

“Cuman yang sekarang yang belum ada yang harus dipersiapkan itu berkaitan ke akses. Akses keluar masuk kendaraan termasuk parkir termasuk kapasitas, nah semata ini yang saya sekarang agak ragu dalam arti siap belum gitu kan,” katanya.

Menurutnya, pihak panitia saat ini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut, Polres Garut, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan keamanan selama festival berlangsung.

Ia khawatir tingginya antusiasme masyarakat yang dipicu promosi di media sosial dapat menyebabkan lonjakan pengunjung di luar perkiraan.

“Karena kan ini sekarang kan dunianya dunia medsos, nah dikhawatirkan saya pas share di grup promosi ke masyarakat itu membeludak, situasi kondisinya takut tidak memungkinkan untuk menampung orang sebanyak itu,” ucapnya.

Baca Juga:Meski Alami Gangguan Jiwa, Kondisi Kesehatan Mila Baik dan Gemar Bersholawat42 SPT Korwil Pendidikan Garut Batal Diserahkan, Anggota DPRD Pertanyakan Siapa Aktor Dibalik Pembatalan

Ato menyebut Pemerintah Kabupaten Garut saat ini telah membantu peningkatan akses jalan menuju lokasi festival melalui pelebaran jalan sepanjang sekitar dua kilometer.

Namun, persoalan kapasitas dan keamanan area parkir masih menjadi perhatian utama panitia.

“Alhamdulillah jalannya udah aman sama Pemda. Nah cuman sekarang yang ini penetrasi untuk parkir dan keamanan serta kenyamanan, kalau seandainya peserta atau pengunjung hadirnya banyak gitu,” jelasnya.

0 Komentar