GARUT – Kondisi SDN 1 Sukanagara di Kampung Pasirsalam, Desa Sukanagara, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, menjadi sorotan setelah salah satu ruang kelasnya viral di media sosial.
Ruang belajar tersebut dipenuhi kotoran kelelawar akibat kerusakan pada bagian bangunan sekolah, sementara plafonnya dilaporkan sudah dalam kondisi rapuh dan terancam ambruk.
Kondisi itu membuat ruang kelas tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar serta menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Baca Juga:Pembukaan Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Garut Periode 2026–2031 Resmi DiumumkanDisparbud Dorong Perbaikan Infrastruktur Wisata Garut
Selain ruang kelas yang menjadi perhatian publik, sejumlah ruang lainnya di sekolah tersebut juga dilaporkan membutuhkan perbaikan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, bersama unsur Forkopimcam Peundeuy, Pemerintah Desa Sukanagara, dan PGRI meninjau langsung SDN 1 Sukanagara pada Kamis (23/7/2026).
Peninjauan itu turut dihadiri Camat Peundeuy, Danramil, Kapolsek, serta unsur pemerintah desa untuk melihat secara langsung kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.
Dalam kunjungan tersebut, Yudha menegaskan pentingnya percepatan penanganan ruang kelas yang rusak demi menjamin keselamatan warga sekolah.
“Kami ingin melihat langsung kondisi sekolah yang viral ini. Salah satu ruang kelas menjadi sarang kelelawar, dipenuhi kotoran, sementara plafonnya sudah terancam ambruk. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan karena sangat membahayakan keselamatan siswa dan guru,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan bangunan sekolah memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah daerah, upaya perbaikan dapat didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan maupun bantuan dari Baznas Garut.
Yudha menyebut penanganan ruang kelas rusak harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan proses pembelajaran.
Baca Juga:DLH Garut Dorong Gerakan Bersih Lingkungan Digelar Dua Pekan SekaliPemkab Garut Usulkan Delapan Ruas Jalan ke Pemerintah Pusat untuk Diperbaiki
Ia menilai siswa, termasuk yang berada di wilayah terpencil, berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
“Kita tidak boleh membiarkan sekolah-sekolah, terutama yang berada di wilayah terpencil, terus berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Anak-anak berhak belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak,” tegasnya.
Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat sekitar 1.172 ruang kelas rusak berat yang tersebar di sekitar 1.500 Sekolah Dasar di Kabupaten Garut.
Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan rehabilitasi sarana pendidikan di berbagai wilayah.
