Lebih lanjut, Purbaya menyoroti kinerja sektor riil yang masih positif. Sebagai contoh, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan kredit dan laba dua digit hingga 13 persen.
Menurutnya, hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi masih tumbuh meski pasar keuangan bergejolak. Pemerintah, kata Purbaya, akan tetap fokus menjaga stabilitas dan memperkuat sektor riil ketimbang mengintervensi pasar saham secara berlebihan.
“Pergerakan pasar saham akan kembali menunjukkan kondisi ekonomi yang sesungguhnya selama fundamental ekonomi terjaga dan kinerja perusahaan masih tumbuh,” paparnya.
Baca Juga:Jadwal SIM Keliling Garut Juni 2026Mantan Wamen Imipas, Silmy Karim Resmi Jadi Tersangka Korupsi Setelah Serahkan Diri ke KPK
Tantangan dan Optimisme Pemerintah
Gejolak ini tidak terjadi begitu saja. Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik global, kebijakan moneter bank sentral besar, serta dinamika pemulihan pasca-pandemi turut memengaruhi.
Namun, pemerintah Prabowo tampaknya memilih pendekatan koordinasi ketat antarlembaga. Koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Koordinator Perekonomian menjadi kunci utama dalam merespons tekanan ini.
Bantahan Istana juga sekaligus menepis hoaks yang beredar, termasuk tautan berita lama dari tahun 2013 yang disebarkan untuk mendukung narasi pergantian menteri. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya informasi palsu menyebar di era digital dan pentingnya klarifikasi resmi dari pemerintah.(*)
