RADARGARUT– Pada Hari Raya Iduladha 1447 H/2026, Presiden Prabowo Subianto berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Ia menyumbangkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Tanah Air.
Namun, keputusan ini memicu perdebatan publik setelah diungkap bahwa pembelian sapi-sapi tersebut menggunakan anggaran negara (APBN) senilai sekitar Rp100 miliar.
Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menjadi juru bicara resmi yang menjelaskan polemik tersebut.
Baca Juga:KCIC Beri Diskon 10% untuk Rombongan Naik Whoosh di Long WeekendBapanas Bertekad Jaga Harga Beras SPHP Tetap Stabil di Tengah Gejolak Mata Uang
Dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan pada 26 Mei 2026, Juri menegaskan bahwa dana berasal dari pos anggaran Bantuan Presiden dan Bantuan Kemasyarakatan Presiden yang memang dialokasikan dalam APBN.
“Jadi, sumber anggarannya dari APBN, melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa harga sapi disesuaikan dengan kondisi di setiap daerah, tergantung bobot dan lokasi, sehingga total anggaran mencapai kisaran Rp100 miliar.
Alasan dan Tujuan Program
Menurut Wamensesneg, program ini bukan sekadar sumbangan pribadi presiden, melainkan bentuk bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar lebih banyak warga, terutama di daerah pelosok dan kalangan kurang mampu, dapat berpartisipasi dalam ibadah kurban.
Sapi-sapi tersebut akan disalurkan ke 552 wilayah di 38 provinsi, termasuk masjid besar, pondok pesantren, organisasi sosial keagamaan, dan tokoh masyarakat.
Salah satu sapi yang paling mencuri perhatian adalah sapi jenis Simental berbobot mencapai 1,3 ton yang disumbangkan khusus untuk Masjid Istiqlal di Jakarta.
Sapi-sapi lainnya memiliki bobot rata-rata antara 800 kg hingga 1 ton, sebagian besar dibeli dari peternak lokal untuk mendukung ekonomi petani dan peternak di pedesaan.
Baca Juga:Cara Simpan Daging & Jeroan Kurban Iduladha Agar Tidak Cepat Rusak, Kata Ahli IPB!Masjid Istiqlal Resmi Berhenti Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat
Pemerintah berargumen bahwa program kurban presiden ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Dengan membeli dalam jumlah besar dari peternak lokal, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat peternakan sekaligus memastikan kualitas hewan kurban yang sehat dan layak.Polemik di Masyarakat
Keputusan menggunakan APBN untuk program ini menuai beragam respons. Sebagian masyarakat mendukung, menganggapnya sebagai bentuk kepedulian negara terhadap umat Islam yang mayoritas di Indonesia.
Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan urgensi dan besaran anggaran tersebut di tengah berbagai kebutuhan publik lain seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.Beberapa netizen di media sosial menyebut bahwa sumbangan presiden seharusnya menggunakan dana pribadi, bukan uang negara.
