RADARGARUT– Kekeringan parah melanda wilayah Kecamatan Cibat u, Kabupaten Garut, menyebabkan debit sumber air bersih mengalami penurunan drastis.
Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Kecamatan Cibat u melalui Surat Nomor: 600.2.12.1/129-Kec dan hasil pemantauan lapangan, kondisi ini semakin memperburuk akses air bagi masyarakat di dua kampung terdampak.
Menurut data lapangan, meskipun masih terdapat mata air di bagian atas kawasan, topografi yang curam dan keterbatasan jaringan distribusi membuat air sulit mengalir ke permukiman warga di bagian bawah.
Baca Juga:Jadwal Puasa Ayyamul Bidh 2026Prediksi Cuaca Garut 22 Juli 2026: Cuaca Cerah dengan Kelembaban Tinggi
Akibatnya, warga Kampung Pasir Randu RT 04 RW 04 Desa Mekarsari serta Kampung Jati Jajar RT 04 RW 08 Desa Sindangsuka mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari untuk minum, memasak, dan sanitasi.
Respons Cepat BPBD Kabupaten Garut
Menindaklanjuti laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut langsung bergerak cepat.
Pada Selasa, 21 Juli 2026 pukul 10.00 WIB, tim BPBD bersama Pemerintah Kecamatan Cibat u, Pemerintah Desa Mekarsari, Desa Sindangsuka, Ketua RW, serta tokoh masyarakat melakukan pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki.
Sebanyak 5.000 liter air bersih berhasil disalurkan kepada 110 Kepala Keluarga atau sekitar 440 jiwa yang terdampak. Upaya ini merupakan langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Kepala BPBD Kabupaten Garut menyatakan bahwa pendistribusian ini hanya solusi sementara.
Pihaknya terus memantau kondisi sumber air dan berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mencari solusi jangka panjang, seperti perbaikan jaringan distribusi dan pembangunan sumur bor atau reservoir.
Imbauan kepada Masyarakat
Melalui rilis resminya, BPBD dan pemerintah setempat menghimbau warga untuk:
Baca Juga:Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN Setelah Hanya 45 Hari MenjabatJadwal Piala AFF 2026: Timnas Siap Hadapi Tim Vietnam
- Melakukan penghematan air bersih sejak dini dan rutin memeriksa kebocoran saluran air di rumah tangga.
- Menyiapkan tempat penampungan air mandiri (tandon atau bak penampung).
- Memanfaatkan sumur resapan dan lubang biopori untuk menjaga cadangan air tanah.
Krisis air ini menjadi pengingat penting akan dampak perubahan iklim dan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan di wilayah pegunungan seperti Garut.
Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun rencana mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang di musim kemarau mendatang.
