GARUT – Garut Internasional Kite Festival (GIKF) atau Festival Layang-layang Dunia tahun 2026 kini resmi digelar di Kabupaten Garut, bertempat di Agro Wisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, pada 29 Juli hingga 2 Agustus.
Dengan begitu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut mempersiapkan segala aspek agar Festival tersebut terlaksana dengan lancar.
Kepala Disparbud Garut, Beni Yoga, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan rapat dengan panitia dari pusat, untuk membahas persiapan festival tersebut.
Baca Juga:Laga Penuh Sejarah, Harga Tiket Persib Vs Persijap MelonjakYudha Puja Turnawan Serap Aspirasi Perempuan Kepala Keluarga
Menurut Beni, festival ini dilaksanakan tidak dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Garut, sehingga pihaknya tengah mencari support anggaran.
“Kita sekarang sudah mulai persiapan, persiapan dukungan infrastruktur, kita sedang mencari support. Karena ini kan non-APBD ya, jadi kita berusaha mengkolaborasikan seluruh pelaku yang ada di Kabupaten Garut,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.
Selain itu, Beni menuturkan, pihaknya pun tengah mencari sponsorship, dikarenakan kepanitiaan inti nya dari Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut.
“Karena sebetulnya kan ini kepanitiaan intinya kan ada di PHRI ya. Ketua PHRI sebagai ketua pelaksana, artinya kita support sistem saja nanti. Support sistem dari sisi regulasi, dari sisi perizinan segala macam begitu ya,” tuturnya.
Menurutnya, festival layang-layang ini baru pertama kali digelar di area pegunungan, sehingga ini menjadi daya tarik baru baru pelayang.
“Yang di kita kan tadinya tidak di Garut, tapi di Thailand kalau tidak salah, di Puket, di pantai di sana. Nah ini kita tawarkan, ini juga menjadi daya tarik bagi mereka, salah satunya yaitu kita di Pegunungan lah,” ungkapnya.
Selain itu, dikarenakan lokasinya di Agro Wisata Tepas Papandayan sehingga pihaknya akan bekerjasama dengan masyarakat setempat, dari mulai KDMP, BUMDes, hingga UMKM.
Baca Juga:Banprov Jabar Untuk Desa Tahun 2026 Tinggal TPAPD, Anggaran Infrastruktur DihapusPeredaran Tramadol di Garut Makin Merajarela, Tokoh Agama Desak Semua Pihak Bertindak Serius
“Kita sedang persiapan di lapangan, kita kerjasama dengan KDMP yang ada di sana. Sehingga kita juga tentunya berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat pariwisata, tapi juga menggerakkan Koperasi Desa Merah Putih yang ada di sana, menggerakan BUMDES-nya, menggerakkan UMKM yang tentu nanti,” lanjutnya.
Dengan begitu, ia berharap kegiatan ini bisa berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut.
