GARUT – Jelang Idul Adha 1447 H atau 2026 M, banyak peternak bermunculan memasarkan hewan Kurban di pasar, salah satunya Andri peternak domba dari Kiaralawang, yang memasarkan domba di Pasar Limbangan, Garut.
Tak hanya Andri, peternak lainnya pun banyak yang memasarkan domba di pinggir jalan.
“Domba yang dipasarkan di Pasar Hewan Limbangan, sebatas ‘jontrot’ (sample). Di kandang masih banyak puluhan ekor domba untuk hewan kurban, ” kata Andri, Rabu, 20 Mei 2026.
Baca Juga:Laga Penuh Sejarah, Harga Tiket Persib Vs Persijap MelonjakYudha Puja Turnawan Serap Aspirasi Perempuan Kepala Keluarga
Setiap jelang Idul Adha, para peternak muda seperti Andri ternyata sudah memiliki pelanggan setia, terutama dari Karangsari, Leuwigoong pun rutin setiap tahun membeli 8 ekor domba untuk Kurban.
Selain itu, Andri hampir setiap hari mendrop daging domba ke pedagang daging di Pasar Caringin, Bandung. Artinya menjual domba tak sebatas jelang Idul Adha.
Harga domba untuk Kurban sangat bervariasi, tergantung ukuran besar Atau kecilnya domba, namun banyak pembeli yang membeli domba dengan ukuran sedang diharga Rp3 juta.
Selanjutnya, domba yang dipersiapkan untuk kurban biasanya dilakukan cek kesehatan secara rutin, apabila mata domba memerah akibat cuaca atau angin, pihak peternak sudah menyiapkan obatnya.
Ada pun ciri-ciri domba sehat, bisa dilihat dari gerak-gerik nya, seperti jika domba sehat akan bergerak ceria dan rampus makan rumput, dan domba sehat pun memiliki mental kuat saat memasuki pasar hewan.
Selain memasarkan domba di pasar hewan, Andri pun memasarkan domba secara online. Dengan mekanisme, ketika domba yang dipesan akan dividiokan dulu, dan ketika pembeli cocok maka akan diantar ke alamat pembeli.
Perpaduan pemasaran manual dan online, dirasakan mampu mendongkrak omset penjualan domba. Artinya peternak dan bandar domba harus melek informasi teknologi.(Pepen Apendi)
